Pemkot Solok Optimalkan Penggunaan Bank Sampah 

id bank sampah

Ilustrasi sampah. (Antara)

Solok, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok mencoba mengoptimalkan penggunaan bank sampah untuk pengelolaan sampah di kota tersebut.

"Di kota Solok kita punya tiga bank sampah, di Parak Anai, IX Korong dan Ampang Kualo untuk membantu mengurangi dan mengelola sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok, Sukardi di Solok, Sabtu.

Ia menjelaskan bank sampah sebagai suatu tempat untuk mengumpulkan sampah-sampah yang dipilah, kemudian akan diolah kembali dicoba untuk diberdayakan di masyarakat.

Bank Sampah di Parak Anai, Kelurahan Tanah Garam merupakan yang aktif di kota Solok, sebagai percontohan bank sampah ini mengelola pembuatan kompos. Sampah-sampah kaleng dan plastik dipisahkan untuk dikelola kembali.

"Kita berusaha mengajak masyarakat turut serta dalam mengelola bank sampah, agar memduahkan kinerja mobil pengangkut sampah," ujarnya.

Ia mengatakan setiap harinya kota tersebut memproduksi sekitar 125 ton sampah perhari. Sampah tersebut diangkut dengan delapan armada pengangkut.

"Sehari, mobil sampah bisa dua kali mengangkut," ujarnya.

Untuk mengurangi sampah, dinas juga mengangkut sampah dengan empat buah kontainer dan becak motor.

DLH mengupayakan tidak ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akhir sementara di jalan jalan utama, tapi ditempatkan di setiap kelurahan masing-masing.

"Kita mengusahakan agar di jalan-jalan utama yang masih ada ruang untuk dibuat taman taman kota, seperti taman Lubuk sikarah yang merupakan usaha warga membenahi kawasan yang sebelumnya kurang terurus.," ujarnya.

Ke depannya, pihaknya akan membenahi Taman Kelumpang di Gurun Bagan agar bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Untuk pembersihan sampah di pasar, petugas dikerahkan pada waktu malam, setelah proses jual beli berlangsung selesai.

DLH berusaha mengajak masyarakat untuk memudahkan kinerja pemko dengan memilih sampah, sehingga mudah untuk dikelola kembali. Selain itu, masyarakat setempat bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan masing-masing.

Hingga saat ini ada 129 orang di DLH yang bekerja untuk pekerjaan taman, penyapuan jalan, pembersihan drainase jalan dan limbah. Sehingga, masyarakat sangat diharapkan minimal untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar