Langkah Sumbar Kurangi "Blank Spot", Ajukan Pembangungan BTS di Daerah 3T

id BTS Telkomsel

BTS Telkomsel.

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumbar berupaya mengurangi daerah blank spot atau tidak terjangkau sinyal telekomunikasi pada kecamatan tertinggal di daerah itu dengan mendirikan tower pemancar.

"Pada periode pertama, program mengurangi blank spot ini menyasar kabupaten tertinggal. Ini sudah dilaksanakan. Sekarang masuk lebih dalam pada kecamatan tertinggal," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Rabu (15/11).

Pada periode pertama itu, Sumbar mengajukan permintaan pembangunan 38 BTS (Base Transceiver Station) untuk tiga kabupaten daerah 3T (daerah tertinggal terdepan dan terluar).

Jumlah itu masing-masing Mentawai 22 unit, Pasaman Barat sembilan unit dan Solok Selatan tujuh unit.

Setelah pembangunan tahap I itu selesai, maka pembangunan BTS juga bisa diusulkan untuk kecamatan tertinggal di Sumbar.

"Kecamatan tertinggal ini bisa saja berada pada kabupaten tertinggal, tetapi bisa juga ada pada kabupaten/kota lain yang sudah lepas dari ketertinggalan," tambah dia.

Dinas terkait menurutnya diminta mendata kecamatan tertinggal tersebut untuk diajukan pembangunan BTS pada Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

"Kalau bisa ini cepat dilaksanakan," lanjut dia.

Mengurangi daerah blank spot di Sumbar diharapkan bisa memberikan akses informasi lebih baik pada masyarakat. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar