Kejar PTN BH, Unand Upayakan Semua Prodi Miliki Nilai Akreditasi Tinggi

id Unand

Kampus Unand (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Padang,(Antara Sumbar) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, sedang mengupayakan agar nilai akreditasi semua program studi (Prodi|) baik tingkat strata satu hingga program doktor meningkat

"Diharapkan saat melakukan akreditasi ulang mendatang prodi serius dalam menyusun dokumen dan upayakan nilai lebih tinggi,"kata Rektor Unand Prof Tafdil Husni di Padang, Sabtu.

Saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi jumlah prodi yang masih memiliki akreditasi C sekaligus menginventarisasi prodi yang berakreditasi B.

Berdasarkan analisis Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu kampus tersebut diketahui baru 30 hingga 40 persen prodi di Unand dari 121 prodi yang mendapat akreditasi A,sebagian besar mendapat akreditasi B.

Sebagian kecil prodi terutama yang baru buka baik di S1 maupun Pascasarjana mendapat akreditasi C.

"Permasalahannya bila masih ada prodi yang berakreditasi C menyulitkan untuk meningkatkan status," ujarnya.

Saat ini Unand tengah fokus mengejar mandat menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum yang didapat sejak 2015.

Banyaknya prodi yang terakreditasi A ini tentunya akan mendukung percepatan pencapaian tersebut.

Selain itu kesempatan Unand untuk bersaing dengan perguruan tinggi papan atas lainnya semakin terbuka lebar.

Sebagai gambaran saat ini peringkat Unand di nasional mencapai urutan dua belas.

"Keuntungan lain prodi yang memiliki nilai akreditasi tinggi yakni mendapat kesempatan dalam pengembangan pendidikan dari Kemenristekdikti," lanjutnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa pascasarjana Unand, Teguh menilai Unand sebagai kampus dengan peringkat tertinggi harus terus melakukan pembaruan khususnya infrastruktur.

Meski terlihat bagus secara bangunan, masih banyak fasilitas yang perlu direnovasi dan diperbaiki.

Seharusnya dengan capaian nilai akreditasi A saat ini, melengkapi kekurangan fasilitas dapat segera dilakukan. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar