Kreativitas Dosen Tentukan Kemajuan Kampus

id KOPERTIS X

Koordinator Kopertis X Herri. (ANTARA SUMBAR/ M R Denya Utama)

Padang, (Antara Sumbar) - Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Prof Herri mengatakan kreativitas dosen dalam melaksanakan penelitian, pengabdian masyarakat dan pendidikan ikut menentukan kemajuan suatu kampus.

"Biasanya kampus yang berprestasi, dosennya kreatif dan inovatif," ujar Herri di Padang, Kamis (9/11).

Menurut dia, dosen yang kreatif dalam penelitian akan mendapat kepercayaan dari berbagai pihak dan berperan dalam pelaksanaan program tertentu.

Misalnya, dosen pertanian meneliti produksi padi dan menemukan inovasi alat tentu akan digunakan oleh pemerintah dalam pelaksanaan program intensifikasi pertanian.

Dalam hal ini bukan nama dosen saja yang mengemuka namun juga nama institusi tempatnya bekerja.

"Dosen yang rajin melakukan inovasi lewat pengabdian masyarakat juga akan membantu kampus dikenal," kata Koordinator Kopertis yang meliputi wilayah Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri itu.

Terlebih hasil pengabdian masyarakat itu, lanjutnya, dapat terus diaplikasikan dan membantu pengembangan ekonomi.

Semakin banyak dosen yang terlibat dalam satu kampus, menjadikan institusi itu juga semakin dikenal.

"Dosen yang rajin meneliti dan menulis di jurnal, juga akan mempengaruhi kemajuan kampus," ujar dia.

Dosen dengan banyak publikasi di jurnal skala internasional dapat meningkatkan kualitas kampus.

Ditambah lagi saat ini penilaian akreditasi kampus juga salah satu indikatornya jumlah publikasi dosen di jurnal internasional semacam scopus.

"Dosen yang kreatif membina mahasiswa akan berdampak pencapaian prestasi yang berujung penguatan institusi," ujarnya.

Ia berharap kampus dapat meningkatkan kesempatan kepada dosen untuk memperkuat kemampuannya semisal pemberian peluang kuliah dan seminar.
Sementara itu salah satu dosen di STKIP PGRI Sumbar Fachrul Reza berharap Kopertis mencarikan peluang untuk dosen melakukan pelatihan publikasi di jurnal berskala internasional.

Menurut dia, saat ini banyak dosen di kampus swasta kesulitan dalam mempublikasi jurnal karena kalah bersaing dengan dosen di kampus negeri. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar