Ternyata Penyakit Ginjal dari Polusi Udara

id Polusi udara

Ternyata Penyakit Ginjal dari Polusi Udara

PADANG, 11/4 - Asap pabrik industri membubung ke langit di arah timur Kota Padang, terlihat dari Kelurahan Kuraopagang, Kec. Nanggalo, Padang, Sumbar, Rabu (11/4). Data Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, sumber tidak bergerak seperti industri, menjadi sumber terbesar polusi, tercatat zat pencemaran Nitrogen Oksida (NO) 1.000 PPM (part per million)/miligram per liter, Sulfur Oksida (SO) 800 PPM, Karbon Monoksida (CO) 100 persen, merkuri 0,2 persen, Hidrogen Sulfat 10 persen, Hidro Karbon x 70 persen, dan Hidro Karbon (HC) 35 persen. FOTO ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra/12 ()

Los Angeles, (Antara Sumbar) - Jumlah penyakit ginjal kronis global (CKD) yang disebabkan oleh polusi udara telah mencapai lebih dari 10 juta setiap tahun, demikian hasil satu studi baru.

Studi itu disampaikan oleh American Society of Nephrology Kidney Week 2007 pada 31 Oktober-5 November di New Orleans, Louisiana.

Para peneliti dari Clinical Epidemiology Center di Virginia Saint Louis Health Care System sebelumnya menggambarkan hubungan antara peningkatan gangguan "fine particulate" dan resiko perkembangan CKD, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad. Namun, belakangan para penyelidik menggunakan studi metodologi Global Burden of Disease dalam penelitian terakhir untuk memperkirakan beban yang mungkin ditimbulkan oleh polusi udara pada CKD.

Hasil dari studi tersebut menunjukkan beban sangat beragam berdasarkan geografi, dan nilai yang lebih tinggi terlihat di Amerika Tengah serta Asia Selatan.

"Polusi udara mungkin setidaknya menjelaskan peningkatan dalam peristiwa CKD dengan asal yang tak diketahui di banyak wilayah di seluruh dunia. Dan kenaikan pada Mesoamerican nephropathy di Meksiko dan Amerika Tengah," kata pemimpin peneliti Benjamin Bowe sebagaimana dikutip di dalam satu siaran pers. (*)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar