Menembus Ombak, BNI Salurkan Bantuan Sosial di Mentawai

id #BNI Kerja Sama#Bansos Mentawai

Pimpinan Unit Cabang BNI menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah kepada Bupati Kepulauan Mentawai. (cc)

Mentawai (antara sumbar) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat dukungannya terhadap program-program pengentasan kemiskinan yang digagas oleh pemerintah melalui kerja sama antara beberapa kementerian, sehingga sampai menyalurkan bantuan sosial ke daerah di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Upaya itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah khususnya yang terkait dengan pemanfaatan layanan dan produk jasa perbankan untuk pengelolaan rekening penyaluran dana bantuan stimulan fakir miskin, BNI menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemenesos).

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi solusi bisnis bagi BNI dalam menunjukkan komitmen untuk memberikan layanan kepada nasabah di samping dapat mendukung peningkatan penghimpunan DPK BNI.

Bekerja sama dengan pihak Kemensos BNI menyalurkan bantuan stimulan yang disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Mentawai terdiri atas Bantuan Usaha Ekonomi Produktif senilai Rp1,1 miliar.

Kemudian bantuan Stimulan Rehabitilitasi Sosial Rumah tidak layak huni senilai Rp300 juta, dan penyaluran bantuan diberikan kepada 550 Kepala Keluarga yang dipusatkan di daerah terpencil di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Titik sebaran yaitu Kecamatan Sikabaluan dan Siberut Selatan yang secara geografis dan demografis merupakan area pesisir dan pulau pulau terpecil di daerah yang berhadapan dengan laut Samudera Hindia itu.



Selain itu, bantuan disalurkan dimulai pada Sabtu, 28 Oktober 2017 di Kecamatan Sikabaluan, yang merupakan ujung Utara dari gugusan pulau pulau Mentawai. Kemudian dilanjutkan di Kecamatan Siberut Selatan pada Ahad, 29 Oktober 2017.

Penyaluran bantuan ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Bupati Yudas Sabaggalet dan Dinas Sosial Kabupaten Mentawai.

Saat penyerahan simbolik bantuan, Bupati Mentawai Bapak Yudas Sabaggalet mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan ini pastinya akan memberikan dampak positif untuk menstimulasi usaha ekononomi produktif di pesisir dan pulau pulau terpencil daerah masih katergori tertinggal itu.

Bantuan juga diserahkan langsung kepada penerima manfaat yang tidak bisa hadir di lokasi penyaluran. Hal ini disebabkan terdapat beberapa orang penerima manfaat terkedala untuk datang disebabkan oleh sakit.

Dengan akses komunikasi dan transportasi yang terbatas melalui jalur laut tersebut, pihak BNI mengantarkan langsung bantuan ke alamat rumah, bahkan ke rumah sakit di mana penerima manfaat dirawat.



Sejumlah dana bantuan dari pemerintah tersebut telah dimasukkan ke dalam rekening masing-masing penerima manfaat dan masyarakat penerima bantuan akan memperoleh buku tabungan.

Dengan mekanisme ini penyaluran bantuan sosial ini diharapkan akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien dengan memanfaatkan sistem perbankan yang terintegrasi.

Penyaluran bantuan melalui program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif dan Bantuan Stimulan Rehabitilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni ini selain bertujuan untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan.

Selain itu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, juga diharapkan dapat mengubah perilaku yang kurang mendukung terhadap peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat paling miskin.

Oleh karenanya, sinergi dengan pihak perbankan adalah langkah yang sangat tepat untuk mempercepat pelaksanaan penyaluran bantuan.



CEO Region BNI Sumbar, Riau dan Kepri Rahmad Hidayat dalam kesempatan terpisah menegaskan BNI akan berada di garda terdepan untuk membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kejahteraan dan perekonomian masyarakat.***
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar