Irigasi Batang Tongar Jebol, 126 Hektare Sawah Rusak

id IRIGASI JEBOL

Petugas sedang memperbaiki saluran kanal irigasi Batang Tongar yang jebol beberapa waktu lalu. Dampaknya ratusan hektare sawah masyarakat rusak dan tunda tanam. (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Sekitar 126 haktare sawah di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, rusak akibat kerusakan saluran kanal irigasi Batang Tongar jebol beberapa waktu lalu.

"Benar, 126 hektare sawah rusak dan 75 hektare sawah mengalami penundaan masa tanam akibat kekurangan air," kata Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Pasaman Barat, Memi Zesmita di Simpang Empat, Selasa (24/10).

Rusaknya kanal irigasi Batang Tongar beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap sektor pertanian dan lahan sawah masyarakat di daerah itu. Pasalnya banyak sawah masyarakat yang kekurangan air, bahkan beberapa petani terpaksa menunda masa tanam mereka.

Sawah masyarakat rusak akibat kekurangan air. Karena pada saat saluran irigasi rusak padi petani tengah dalam masa tanam dan membutuhkan air yang banyak.

Akibatnya kerusakan padi masyarakat tersebut dikhawatirkan hasil panen mereka tidak maksimal. Sehingga berdampak terhadap kerugian yang sangat besar bagi petani.

Selain itu, sekitar 75 hektate lahan juga tertunda masa tanamnya karena lahan mereka tidak bisa diolah, ujarnya.

Semua petani yang menggunakan aliran air irigasi Batang Tongar terdampak akibat rusaknya saluran air irigasi sekitar dua minggu tersebut.

Sekarang petani hanya berupaya agar tanaman mereka bisa kembali membaik dangan cara melakukan pemupukan dan sejumlah perawatan.

Saat ini petani tidak bisa berbuat banyak, dan berharap hasil panen mereka tidak terlalu anjlok akibat kekurangan air tersebut. Sementara sejumlah petani palawija dan jagung juga mengaku kesulitan mengolah lahan mereka selama bebarapa hari belakangan.

Setelah melakukan perbaikan di titik kerusakan kanal irgasi Batang Tongar, petugas mulai memasukan air ke aliran irigasi tersebut pada Minggu (22/10) malam. Meski demikian volume air belum bisa maksimal selama beberapa hari kedepan.

Setelah 15 hari tidak bisa dialiri air, petugas irigasi Batang Tongar secara perlahan-lahan sejak Minggu malam mulai mengalirkan air ke saluran kanal irigasi Batang Tongar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan parah di lahan pertanian masyarakat.

Sekitar 6. 644 hektare lahan pertanian masyarakat bergantung kepada aliran irigasi tersebut. Jika air tutup terlalu lama maka kerugian para petani akibat kerusakan tanaman akan semakin besar.

Menurut pengamat pengairan bendungan Batang Tongar Subianto, setelah perbaikan pada titik tanggul yang rusak selesai pihaknya mulai mengalirkan air menuju aliran irigasi dari bendungan induk.

Namun volume air masih di batasi, mengingat kontruksi bangunan yang diperbaiki belum terlalu keras.

Saat ini petugas hanya memasukan sekitar dua hingga tiga kubik air per detik ke saluran irigasi. Jumlah tersebut memang belum memenuhi kebutuhan air untuk mengaliri lahan masyarakat secara keseluruhan. Namun hal itu diharapkan bisa membantu lahan yang kekeringan.

Petugas memprediksi kondisi aliran irigasi akan kembali normal sekitar beberapa hari kedepan. Hal tersebut seiring dengan semakin membaik dan mengeras tanggul yang diperbaiki beberapa waktu lalu.

Petugas meminta petani bisa memanfaatkan aliran yang ada jika kontruksi bangunan sudah keras maka aliran air akan kembali normal.

Disisi lain petani diminta saling menjaga dan mengawasi kondisi bangunan dan tanggul irigasi yang ada. Karena minimnya jumlah petugas yang ada sehingga membutuhkan kerjasama semua pihak.

Petani berharap kedepan dinas terkait atau petugas bisa mengawasi bendungan irigasi dengan baik. Serta cepat tanggap apabila terjadi kerusakan di saluran irgasi. Karena petani di lima kecamatan se-Pasaman Barat bergantung pada aliran irigasi Batang Tongar. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar