Tanggul Irigasi Jebol, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

id Tanggul jebol

Tanggul pembatas kanal Irigasi Batang Tongar Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat jebol. Akibatnya sekitar 6.064 hektare lahan pertanian terancam kekeringan. (Antara Sumbar/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Sekitar 6.064 hektare lahan pertanian di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terancam kekeringan akibat jebolnya tanggul pembatas kanal Irigasi Batang Tongar, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman daerah setempat.

Petugas bendungan Batang Tongar, Karnedi mengatakan jebolnya tanggul Batang Tongar itu berdiameter sekitar lima meter yang mengganggu aliran air.

"Sejak tanggul tersebut jebol pada 5 Oktober lalu, aliran air di sepanjang kanal menuju lahan masyarakat tersebut ditutup karena jika terus dibuka akan terus memperbesar kondisi tanggul yang jebol dan berdampak fatal," katanya.

Menurutnya kerusakan tanggul tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Namun pada 5 Oktober llai kebocoran tanggul semakin parah hingga jebol dan aliran air berubah ke arah tanggul yang bocor.

Akibat kondisi tersebut petugas terpaksa menutup sementara aliran air menuju saluran kanal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Akibatnya lahan masyarakat tidak bisa aliri lagi hingga saat ini.

Ia menyebutkan saat ini sejumlah petugas sudah mulai memperbaiki tanggul yang rusak. Namun belum bisa memastikan kapan tanggul itu bisa selesai diperbaiki.

Salah seorang petani, Mustopo berharap kedepan petugas dan dinas terkait bisa segera memperbaiki kerusakan tanggul tersebut dengan cepat.

Sebab saat ini sebagian besar masyarakat sedang memasuki musim tanam yang membutuhkan air untuk mengaliri sawahnya.

"Mudah-mudahan perbaikan tanggul itu cepat selesai sehingga sawah kami tidak kekeringan," katanya. (*)


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar