Japfa Foundation Tingkatkan Keterampilan Pendidikan Agrikultur SMK Binaan

id japfa Foundation

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kerjasama Peningkatan Keterampilan Pendidikan Agrikultur antara SMK Binaan JAPFA Foundation dan JAPFA Group.

Jakarta, (Antara Sumbar) - Japfa Foundation menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk kerja sama peningkatan keterampilan pendidikan agrikultur antara SMK Binaan Japfa Foundation dan Japfa Group.

Senior Program Manager dari JapfaFoundation, Wahono Kolopaking di Jakarta, Rabu melalui siaran pers yang diterima antarasumbar mengatakan sejak 2015, Japfa Foundation secara berkelanjutan memfokuskan diri pada pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang agribisnis dan agroteknologi.

Pembinaan tersebut dalam bentuk pendampingan peserta pendidik berupa Praktik Kerja Lapangan (PKL), menciptakan ruang jejaring dan berbagi antar kepala sekolah, kursus Bahasa Inggris, hingga bantuan biaya pendidikan dalam bentuk Beasiswa Prestasi SMK bidang agribisnis dan agroteknologi, kata dia.

Untuk meningkatkan dedikasi, peran, dan dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan agrikultur, tahun ini Japfa Foundation berencana mendukung pelaksanaan Praktik Kerja Usaha dalam bentuk menghubungkan kebutuhan praktik di SMK-SMK dengan unit-unit dari Japfa Group beserta seluruh anak perusahaan.

Ia mengatakan, Praktik Kerja Lapangan merupakan program magang peserta didik di SMK bidang agribisnis dan agroteknologi di industri, maupun masyarakat. PKL ini bertujuan agar peserta mendapatkan pengetahuan praktis dan keterampilan lapangan terkait program studi keahlian yang ditekuni.

“Diharapkan dengan Praktik Kerja Lapangan ini, peserta didik berhasil meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing sumber daya manusia,” ujarnya.

Sebagai langkah awal memulai program ini, ungkap Wahono, dilakukan koordinasi dalam rangka menyatukan persepsi program Praktik Kerja Lapangan antara lembaga pendidikan yang dimaksud dengan pelaku Dunia Usaha dan Dunia Industri. Selain itu, forum diskusi ini dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.

Pembahasan yang dilakukan dalam forum diskusi ini antara lain adalah agar setiap peserta dapat bersama memahami manajemen praktik kerja, permasalahan yang ada, dan juga solusi terhadap permasalahan tersebut.

Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat membahas mengenai solusi kreatif dari kelengkapan dari sarana dan prasarana praktik kerja di sekolah, sekaligus dapat menjembatani proses penyambungan di antara kesenjangan teknologi yang ada.

“Hal ini merupakan target tercapainya kelak grand desain dan roadmap pendidikan SMK jurusan Agribisnis dan Agroteknologi oleh Japfa Foundation,”kata Wahono.

Adapun peserta FGD ini yakni SMK-SPP Negeri Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan, SMK Farming Pati Jawa Tengah, SMK Hasanudin Kandanghaur Indramayu Jawa Barat, SMKN 01 Cangkringan Sleman Jawa Tengah, SMKN 01 Kalibagor Banyumas Jawa Tengah,.

Kemudian SMKN 01 Plosoklaten Kediri Jawa Timur, SMKN 02 Purbalingga Jawa Tengah, SMKN 02 Subang Jawa Barat, SMK-PP Putra Jaya Stabat Langkat Sumatera Utara SMKN 4 Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan, SMKN 1 Tambaloka Sumba Barat Daya NTT, SMKN 1 Negerikaton Pesawaran Lampung, SMKN 2 Negara Jembrana Bali.

Japfa Foundation menerapkan prinsip Investasi Sosial pada setiap program yang akan dilakukan harus direncanakan, diukur, dilaksanakan, dan diawasi sebagai layaknya suatu kegiatan usaha untuk memberikan hasil nyata berupa kemajuan sosial ekonomi yang diukur melalui berbagai perbaikan, kemajuan, peningkatan mutu di bidang pendidikan, gizi dan kualitas hidup.


Hal ini bertujuan agar kaum muda mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki, untuk kemudian bangkit berprestasi, memajukan keluarga mereka dan akhirnya meningkatkan kualitas masyarakat.




Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar