LIPI Beli Ikan Asli Maninjau, Untuk Apa?

id Danau Maninjau

Dokumentasi. (ANTARA SUMBAR)

Lubukbasung, (Antara Sumbar) - Unit Pelaksana Teknis Lokal Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membeli ikan asli Danau Maninjau dari nelayan untuk dikembangkan guna melestarikan ikan asli danau vulkanis itu.

"Saat ini baru ikan gabus, sidat, dan kapiek yang kami beli dari nelayan tangkap di Danau Maninjau dan masing-masing ikan itu baru satu ekor," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Lokal Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI, Jojo Sudarso di Lubukbasung, Minggu.

Ke depan LIPI akan mengumpulkan seluruh ikan asli danau vulkanik itu dari nelayan. Ikan ini akan dipijahkan atau proses pembuahan di LIPI sampai dengan jumlah banyak.

"Apabila sudah berkembang biak, maka akan ditebar ke Danau Maninjau," katanya.

Upaya ini untuk melestarikan ikan asli danau, agar tidak punah, karena ikan asli danau yang masih bertahan hidup hanya 14 dari 34 jenis ikan.

Sementara 20 jenis lagi sudah mengalami kepunahan atau tidak ditemukan lagi di perairan danau.

"Sebanyak 14 spesies ikan yang masih bertahan itu jenis rinuak, bada, gupareh, asang, nila, mas, gabus, lobster, dan lainnya. Sedangkan yang punah seperti jenis betok, sidat, cide-cide, dan lainnya," katanya.

Punahnya ikan asli danau itu akibat penangkapan ikan secara belebihan yang dilakukan nelayan, dan juga pencemaran serta dimangsa ikan lain.

"Ikan nila, patin dan dan gabus merupakan predaktor ikan dengan ukuran kecil," katanya.

Sementara, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi, Ahmad Jauhari Pamungkas, menambahkan, BPBAT Jambi siap membantu untuk pengembangan ikan asli Danau Maninjau.

Ikan ini, katanya, akan dipijahkan di BPBAT Jambi dan setelah besar akan dikirim kembali ke Agam untuk ditebar di Danau Maninjau dengan luas sekitar 9.737,5 hektare.

"Kami siap membantu dalam pengembangan agar ikan ini tidak punah," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar