150 Titik Rawan Kecelakaan di Pasaman Barat Perlu Diamankaan Saat TdS

id TdS

Dokumentsi - Sejumlah pebalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour de Singkarak 2016 di Rimbo Panti, Pasaman, Sumatera Barat, Senin (8/8/2016). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, membutuhkan pengamanan di 150 titik rawan kecelakaan untuk pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) etape 6 pada 23 November 2017 agar berjalan lancar.

"Setidaknya ada 150 titik perlu pengamanan dari Batang Timah perbatasan dengan Kabupaten Pasaman sampai ke Simpang Empat," kata Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Armen di Simpang Empat, Minggu.

Sebanyak 150 titik yang perlu pengamanan itu terdiri dari persimpangan, belokan dan daerah rawan lainnya.

"Direncanakan pada pekan depan kita bersama instansi terkait lainnya akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat menyampaikan berapa personil yang dibutuhkan " katanya.

Menurutnya untuk pelaksanaan TdS 2017 ini Pasaman Barat memperoleh bagian untuk finish di depan kantor bupati setempat. Sedangkan startnya dimulai dari Pariaman.

"Untuk persiapan survei jalan dan layout di tempat utama oleh tim pusat dan provinsi akan dilakukan pada pekan depan. Sedangkan tim finish akan turun pada awal November 2017," ujarnya.

Pihaknya menyiapkan anggaran untuk TdS 2017 sebesar Rp 800 juta ditambah anggaran dari jajaran Organisasi Perangkat Daera lain seperti Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya.

"Anggaran itu akan digunakan untuk pelaksanaan TdS sehingga dapat berjalan lancar dan sukses. Kita berharap melalui ajang ini bisa meningkatkan promosi wisata dan daerah Pasaman Barat," sebutnya.

Ia menjelaskan penyambutan TdS di Pasaman Barat tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Akan ada Pesta rakyat dan pameran Usaha Kecil Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM).

Pesta rakyat itu nantinya akan menampilkan kesenian yang ada di Pasaman Barat, seperti ronggeng, randai, gondang sembilan dan band-band generasi muda serta masih banyak yang lainnya.

Ia mengakui pada awalnya, pihaknya menargetkan Pasaman Barat dijadikan lokasi start dan finish TDS, namun tidak bisa dilakukan karena keterbatasan.

"Kita tidak bisa memutuskan, apalagi jalan yang akan dilewati oleh peserta TdS menjadi penting sekali. Rencana kita memang akan melewati Aia Bangis, tapi tidak bisa dilakukan karena jalan kurang memadai," katanya.

Ia berharap semua pihak dapat mendukung ajang TdS sebab, ajang ini tidak hanya sebagai kalender tahunan pemerintah pusat saja tetapi dijadikan ajang promosi wisata dan segala potensi yang ada.

"TdS akan diliput puluhan media lokal, nasional dan internasional. Tentu potensi Pasaman Barat akan lebih dikenal ke depannya," harapnya. (*)



Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar