Ini Dia Manfaat Anak Balita Jika Sering Diajak Cuci Tangan

id cuci tangan

Ilustrasi - Cuci tangan pakai sabun. (cc)

Jakarta, (Antara Sumbar) - Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina mengingatkan para orang tua agar sering mengajak anaknya mencuci tangan guna mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman.

"Anak usia setahun, dua tahun, tangannya harus sering-sering dicuci. Karena mereka banyak pegang-pegang sesuatu, dan tangannya masuk-masuk ke mulut," kata Eni di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Jumat.

Eni mengungkapkan data pada tahun 2015 yang menyebutkan sekira 520 ribu balita meninggal dalam setahun. Penyebab paling banyak ialah diare dengan 25 persen atau sekitar 130 ribu balita yang meninggal.

Eni mengatakan, balita yang tidak sering mencuci tangan bisa terkena diare apabila sering memasukan sesuatu ke dalam mulutnya dalam keadaan tangan yang kotor.

Sedangkan sebanyak 15 persen atau sekira 78 ribu balita di Indonesia meninggal disebabkan oleh pneumonia atau infeksi paru-paru.

Dalam memperingati Hari Cuci Tangan Dunia yang jatuh tiap 15 Oktober, Eni mengingatkan agar masyarakat rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Dia memaparkan penelitian yang menyebutkan bahwa mencuci tangan hanya dengan air bisa membunuh 50 persen kuman yang ada di tangan. Sementara jika mencuci tangan menggunakan sabun bisa membunuh 80 persen kuman yang ada.

Eni mengatakan sebaiknya mencuci tangan dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan, sesudah melakukan kegiatan, dan sesudah buang air besar dan buang air kecil.

Secara global, sebanyak 1,7 juta anak meninggal per tahunnya disebabkan oleh diare dan infeksi paru-paru. Sedangkan jumlah kasus diarenya sebanyak 1,7 miliar dalam setahun. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar