Jay Subyakto dan Yori Antar ke Seribu Rumah Gadang

id MUZNI ZAKARIA

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria (kanan) berbincang dengan Yori Antar (dua kiri) dan Jay Subiakto (kiri). (ANTARA SUMBAR/Humas Setdakab Solok Selatan)

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, mengundang sutradara dan produsen film nasional Jay Subyakto serta arsitek nasional Yori Antar dalam upaya mengembangkan kawasan Seribu Rumah Gadang sebagai wisata kampung adat.

Kepala Bagian Humas Setdakab Solok Selatan, Firdaus Firman saat dihubungi di Padang Aro, Jumat, menyebutkan Jay Subyakto dan Yori Antar yang didampingi sejumlah rekannya melakukan kunjungan di kawasan rumah adat Minangkabau yang berada di Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu.

Yori Antar memiliki julukan sebagai "Pendekar Arsitektur Nusantara" karena fokus dalam melestarikan warisan arsitektur lokal berupa rumah-rumah adat di pelbagai belahan Indonesia.

Mereka juga menikmati sensasi menginap di salah satu homestay rumah gadang yang berada di kawasan itu.

Kunjungan itu untuk melakukan survei dan jelajah budaya seribu rumah gadang selama tiga hari dari 10 hingga 12 Oktober 2017.

Kedatangan mereka untuk melihat pengembangan kawasan Seribu Rumah Gadang yang kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata kampung adat di Sumbar.

"Sumbangan ide dan pikiran mereka yang kami harapkan dalam mengembangkan kawasan Seribu Rumah Gadang," ujarnya.

Sebelumnya Bupati Solok Selatan, H.Muzni Zakaria menyampaikan harapannya bagaimana kedatangan Jay Subyakto dan Yori Antar bersama tim dapat menarik wisatawan untuk terus datang ke Nagari Seribu Rumah Gadang.

"Kami juga berharap ada sumbangan ide dan saran-saran terkait pengembangan wisata Seribu Rumah Gadang ini untuk tahun-tahun yang akan datang," sebutnya.

Seorang penggiat pariwisata Sumbar, Nofrin Napilus yang ikut dalam rombongan tersebut mengatakan bahwa kedatangan Jay Subiakto, Yori Antar beserta tim ke kawasan seribu rumah gadang atas undangan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan anggota KEIN Dony Oskaria.

"Disamping untuk menikmati keindahan kawasan seribu rumah gadang, tim juga akan melihat rencana pengembangan sebagai kampung adat nusantara untuk pelestarian dan pengembangan pariwisata," terangnya.

Di kawasan tersebut jumlah rumah gadang mencapai 130-an. Sudah ada sepuluh rumah gadang yang kembangkan menjadi homestay.

"Semoga aspek homestay ini akan lebih berkembang lagi ke depan dan bisa ikut mendukung Program 10.000 homestay Kemenpar," lanjutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar