50 Ribu Ikan Hanyut Saat Banjir Landa Pasaman Barat

id KOLAM HANYUT

Kolam milik Kelompok Pembudi Daya Ikan Peridon Lubuk Manggis Jorong Aek Nabirong Kecamatan Parit Koto Balingka saat belum dihantam banjir. Saat ini kolam besar itu rusak dan menghanyutkan 50 ribi ekor ikan mas. (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Sekitar 50 ribu ekor ikan mas jenis majalaya hanyut terbawa banjir Sungai Batahan Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

"Benar, dari laporan Ketua Kelompok Pembudi daya ikan, Peridon, Najjar Lubis satu kolam besar yang berisikan sekitar 50 ribu ekor mas hanyut dibawa banjir " kata Sekretaris Dinas Perikanan Pasaman Barat, Luthfi di Simpang Empat, Senin sore.

Selain merusak kolam besar dan menghanyutkan ribuan ikan, banjir juga menghanyutkan sekitar 20 ton pakan ikan yang terletak di kolam itu. Diperkirakan kerugian mencapai Rp800 juta.

Menurutnya Kelompok Pembudi Daya Ikan Peridon yang terletak di Lubuk Manggis Jorong Aek Nabirong Kecamatan Parit Koto Balingka padahal sebentar lagi akan panen.

Hujan lebat yang terjadi sejak Minggu (8/10) mengakibatkan Sungai Batahan meluap dan menghanyutkan kolam besar itu.

Selain menghanyutkan ribuan ekor ikan, banjir Sungai Batahan juga mengakibatkan 13 unit rumah ambruk dan rusak.

Banjir yang melanda Jorong Kampung Baru Nagari Batahan itu disebabkan hujan lebat yang melanda daerah itu sejak Minggu (8/10) sore.

Hujan yang tidak henti-hentinya maka pada Senin (9/10) pagi banjir datang tiba-tiba dan merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Akibat hantaman air itu, sekitar 13 unit rumah warga yang berada di tepi sungai ada yang ambruk dan rusak. Saat ini penghuni rumah untuk sementara pindah kerumah yang lebih aman.

Pemkab Pasaman Barat juga telah menetapkan 14 hari tanggap darurat pascabanjir. Sejumlah bantuan dari Pemkab juga telah disalurkan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar