Kopertis Minta Kampus Fokus Pada Peningkatan Daya Saing Lulusan

id Herri

Koordinator Kopertis X, Prof Herri. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X, Prof Herri meminta kampus fokus pada peningkatan daya saing lulusan.

"Saat ini kampus berlomba memperbarui sistem akademik, tata kelola dan kualitas sumber daya pengajar, namun menjadikan lulusan yang unggul harus menjadi prioritas yang perlu dikejar," sebut dia menanggapi banyaknya kampus swasta dan negeri yang membuka prodi baru di Padang, Senin.

Seperti, ujarnya, beberapa kampus yang telah mendapat izin pembukaan semisal Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Riau, dengan program studi Ilmu Hukum.

Setelah resmi berdiri harus langsung berorientasi pada penciptaan lulusan yang bukan hanya kenyang dengan pengetahuan hukum, akan tetapi mampu memahami semua persoalan dan menyelesaikannya dari segi hukum.

Kemudian seperti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Prima Jambi menjadi Universitas Adiwangsa Jambi, jelas akan banyak melakukan pengubahan.

Misalnya penambahan program studi, jumlah dosen, mahasiswa hingga sarana prasarana yang menunjang untuk tercapainya akreditasi.

Dengan berbentuk universitas tambah Herri jelas tidak lagi fokus pada bidang kesehatan, namun juga bidang lain yang masih erat kaitannya dengan keperawatan atau kebidanan.

Justru sejak berdiri ini, kampus langsung mengorientasikan dalam menghasilkan lulusan berkompeten.

"Hal yang sama dalam perubahan bentuk badan penyelenggara pendidikan, orientasinya tetap daya saing," sebut dia.

Dengan artian perubahan nama yayasan atau menjadi PT atau CV tidak ada masalah selagi perhatian pada pengembangan kampus dan sumber dayanya.

Aspek pendidikan tingginya tetap harus diutamakan di samping aspek lain misalnya bisnis, justru dari kampus itulah awal terinisiasinya aspek lain yang menguntungkan.

"Dengan ini sudah jelas kampus setiap periode harus meningkatkan kemampuan dan daya saing, sebab perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan dunia cukup cepat," ujarnya.

Sementara itu salah satu dosen di STKIP PGRI Sumbar Fachrul Reza mengatakan menjadi pengajar di kampus harus multitalenta.

Selain berkomitmen dalam tri dharma perguruan tinggi, harus mahir juga dalam pengelolaan kampus dan manajemen akademik.

Hal ini dapat terwujud bila ketiga aspek yakni badan penyelenggara, pimpinan akademik dan dosen bahu membahu dalam mengembangkannya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar