BNK Padang : Selalu Nilai Buruk Pengguna Narkoba

id Emzalmi

Emzalmi (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) sekaligus Wakil Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Emzalmi meminta kepada masyarakat untuk menanamkan nilai buruk bagi setiap pengguna narkoba yang aktif.

"Banyak tokoh dan selebritis menjadi pengguna narkoba bukan untuk contoh namun perlu dihinakan karena berbahayanya barang haram tersebut," ujarnya di Padang, Kamis.

Dengan menanamkan penilaian itu akan mendukung pencegahan dan pemberantasan narkoba di Indonesia.

Dengan buruknya penilaian tersebut, tentu masyarakat dapat dengan cepat menghindari pengaruh narkoba sekaligus tidak lagi menjadikan tokoh tersebut panutan atau idola.

"Kasus narkoba yang menjerat tokoh bukan berarti untuk dijadikan tren atau gaya seperti yang dilakukan sebagian generasi muda saat ini," ujar dia.

Hal yang sama juga diperuntukkan untuk masyarakat biasa yang menggunakan narkoba sebaiknya dikucilkan hingga sadar dan tidak menggunakan kembali.

"Narkoba musuh bagi bangsa, memang perlu diperangi ini jadi tolok ukur memberantasnya," sebut dia.

Selain memberikan efek buruk bagi tubuh dan mental, keberlanjutannya masa depan pengguna narkoba buruk.

Inilah alasan utama narkoba menjadi salah satu faktor perusak generasi emas bangsa.

Meskipun demikian bagi mantan pengguna narkoba yang telah sadar dan kembali pada jalan yang lurus tetap perlu diapresiasi serta diarahkan kembali pada jalan yang lurus.

"Akan tetapi masa lalunya bukan untuk dicontoh oleh generasi saat ini dan masa depan," kata dia.

Sementara itu salah satu mahasiswa di Universitas Andalas Padang, Lily (25) mengatakan pengguna narkoba memang dinilai buruk secara fisik dan mental.

Seperti temannya, yang pernah menjadi pecandu narkoba terlihat kurus dan sering sakit-sakitan serta malas.

Pecandu narkoba terlihat tidak memiliki tujuan hidup dan sering berimajinasi berlebihan. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar