Kopertis-X : "Short Course" Dapat Motivasi Dosen Berkembang

id Herri

Koordinator Kopertis X, Prof Herri. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X Prof Herri mengatakan program detasering "Short Course" Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi seharusnya dapat memotivasi dosen lebih berkembang dalam ilmunya.

"Terpilihnya salah satu dosen di Kopertis X lolos "Short Course" gelombang satu harus jadi motivasi dosen lainnya yang berjumlah ribuan orang," ujarnya di Padang, Senin.

Terpilihnya Wakil Rektor Universitas Lancang Kuning Dr Junadi dalam program tersebut ke Belanda membuktikan dosen di kampus swasta bisa bersaing dengan perguruan tinggi favorit lainnya di Indonesia.

Dari ratusan ribu yang mendaftar masuk menjadi 20 orang terpilih menjadi kesuksesan seorang dosen dalam memperkuat kemampuan dan daya saingnya.

Bagi peserta "Short Course" mendapat banyak keuntungan mulai dari fasilitas yang dijamin oleh kementerian dan mendapat pengembangan ilmu baik sains, teknologi, sosial, dan humaniora berbasis penelitian.

Di samping itu dengan bertemu dengan peserta dari berbagai negara dan kampus lain bisa membangun jejaring nasional serta internasional.

"Hasilnya pengetahuan dan wawasan dosen semakin meningkat usai pulang dari Short Course yang dilaksanakan selama empat minggu tersebut," ujarnya.

Di samping "short course" masih banyak lagi program yang disediakan kementerian untuk memperkuat pengembangan dosen.

Menurutnya bila sebagian besar dosen memiliki dapat lolos dalam program tersebut akan memberikan sumbangsih kemajuan kampus dan berperan dalam pemerataan pendidikan tinggi.

Sementara itu salah satu dosen di STIPER Sijunjung, Maiyantoni berharap program untuk dosen tersebut bersifat merata hingga daerah terpencil.

Artinya harus ada diberikan ruang bagi dosen yang mengajar di daerah jauh dari ibu kota atau kota besar dapat mengikuti program pengembangan kemampuan tersebut.

Dengan begitu mendukung percepatan kemajuan dosen. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar