Tol Sumbar Diharapkan Dimulai dari Padang-Bukittinggi

id Tol

Rencana tol Trans Sumatera.

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap tahap awal pembangunan tol Padang-Pekanbaru, dimulai dari Padang-Bukittinggi karena efek positifnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

"Rencananya pembangunan itu dimulai pada ruas Padang-Sicincin. Ini tentu sangat kita apresiasi. Tapi kalau boleh meminta, jalurnya diperpanjang jadi Padang-Bukittinggi," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Jumat.

Ia mengutarakan hal itu dalam rapat koordinasi pembangunan tol Padang-Pekanbaru dengan kepala daerah yang dilalui trase, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemangku kebijakan lain dan PT.Hutama Karya.

Menurut Irwan saat ini jalur utama dari padang-Bukittinggi memiliki sejumlah titik macet parah yang belum teratasi.

Jika pembangunan tahap awal tol Padang-Pekanbaru bisa dari Padang hingga Bukittinggi, tentu akan sangat membantu persoalan kemacetan tersebut.

"Manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat Sumbar, meski tol yang terbangun baru sebagian," kata dia.

Ia meminta pihak Hutama Karya yang ditugaskan untuk membangun jalan tol tersebut bisa mempertimbangkannya.

Sementara Pemprov Sumbar juga akan mengkoordinasikannya dengan kementerian terkait di pusat agar bisa terlaksana.

Terkait pembebasan lahan, ia mengatakan untuk Padang-Sicincin sepanjang 27 kilometer sudah dibebaskan. Namun lebarnya baru 40 meter, sementara kebutuhan 60 meter.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu pembebasan lahan selebar 20 meter lagi.

Manager Senior Bidang Teknik Pembangunan Tol Trans Sumatera dari Hutama Karya, Dinny Suryakecana mengatakan jika sesuai rencana pembangunan tol Padang-Pekanbaru akan dibagi tiga tahap.

Tahap pertama, Padang-Sicincin sepanjang 27 kilometer, dilanjutkan tahap II Pekanbaru-Bangkinang sekitar 17 kilometer.

Tahap III menyelesaikan jalur yang berada di tengah antara Sicincin-Bangkinang.

Sekarang menurut dia sedang proses penyiapan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) yang berisikan trase dan apraisal.

Berdasarkan trase itu, pemerintah daerah bisa melakukan sosialisasi pembebasan lahan kepada masyarakat dengan sistem ganti rugi tanah.

Terkait harapan Pemprov Sumbar agar pembangunan tahap awal bisa dari Padang-Bukittinggi, ia mengatakan pihaknya akan mengkomunikasikan hal itu pada pimpinan dan kementerian terkait.

Tol Padang-Pekanbaru sepanjang 240 kilometer merupakan sebuah proyek strategis berdasarkan Perpres 58 tahun 2017 mengenai Program Strategis Nasional bagian PUPR.

Diperkirakan proyek itu akan menelan anggaran sebesar Rp70 triliun. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar