Sejumlah Negara Bahas Masalah Ilmu Kebumian di Unand

id ilmu kebumian

Dosen Unand Dr Fauzan Aries (kiri), Ketua Panitia ICEE, Dr Abdul Hakam (tengah), Sekretaris LPPM Unand Dr Rusfidra (kanan). (Antara Sumbar/Lestarysca)

Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah negara bertemu di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, membahas tentang ilmu kebumian dan teknik dalam kegiatan Internasional Conference Earth Sciences and Engineering (ICEE) ke-4 yang di gelar dari 29 - 31 Agustus 2017.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan dan menyediakan tempat kepada peneliti, insinyur, ilmuwan, dan akademisi serta Profesional Industri dari seluruh dunia untuk mempresentasikan dan menukar hasil penelitian serta aktivitas pengembangan mereka tentang semua bagian ilmu pengetahuan dan teknik bumi," kata Ketua Panitia ICEE, Dr Abdul hakam di Padang, Selasa.

Negara yang ikut antara lain, Amerika, United Kingdom , Jepang, India, Malaysia. Sedangkan untuk universitas dalam negeri yakni, ITB, Unibara, dan Unand.

Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut para ilmuwan akan menggabungkan dua ilmu yakni kebumian dan teknik seperti masalah tentang petir, cuaca, gerakan bumi, lingkungan.

Sedangkan pengetahuan dibidang teknik berkaitan dengan pesawat terbang, bangunan elektro, dan .

Menurut dia, kegiatan ini juga bermanfaat bagi Unand karena lebih banyak jurnal yang dipublikasikan maka dapat menaikkan status dari universitas tersebut.

"Karena peserta dibuka untuk umum maka tidak menutup kemungkinan para ilmuwan dapat bergabung mengikuti pertemuan ini dalam meningkatkan kepengetahuan dibidang kebumian dan teknik," katanya.

Sementara ICEE diselenggarakan sejak 2010, Konferensi Internasional Pertama tentang Ilmu Bumi dan Teknik (ICEE-2010) di Hyderabad, Telangana, India. ICEE 2015 dan 2016 yang diselenggarakan masing-masing terkait dengan Departemen Teknik Sipil, Nehru Institute of Technology (NIT), Coimbatore, India.

Sedangkan keempat yang sedang berlangsung di Unand tentang Ilmu Bumi dan Teknik. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar