Pemkot: Infrastruktur Terbatas Kendala Tingkatkan PAD Pariwisata

id medi iswandi

Kepala Disbudpar Kota Padang, Medi Iswandi. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Sumatera Barat, Medi Iswandi menyebutkan terbatasnya infrastruktur di sejumlah objek wisata menjadi kendala dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor jasa tersebut.

"Target PAD dari sektor Pariwisata pada 2017 adalah sebanyak Rp1 miliar," katanya dihubungi dari Padang, Selasa.

Sedangkan, untuk realisasi, katanya baru mencapai Rp450 juta hingga Agustus 2017.

Perlunya perbaikan infrastruktur seperti penyediaan tempat parkir, jalan menuju objek wisata dan hal lainnya, akan mampu mendongkrak naiknya PAD dari sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

PAD tersebut, kata dia berasal dari retribusi Pantai Air Manis, Gunung Padang, Taman hutan raya Bung Hatta, Pasir Jambak, Lubuk Minturun dan Lubuk Peraku.

"Dari enam sektor itu pendapatan terbesar terdapat pada Pantai Air Manis," katanya.

Ia menyebutkan, PAD dari Pantai Air Manis hingga Agustus telah tercapai sebesar Rp270 juta dari target Rp300 juta.

Medi mengatakan dalam upaya untuk mencapai target PAD hingga akhir tahun, pihaknya katanya akan lebih menggencarkan pada promosi pariwisata.

Sebelumnya, Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Padang, Delma Putra meminta pemerintah kota untuk dapat meningkatkan target PAD pada tahun 2018.

Solusi yang dapat dilakukan oleh pemkot dalam upaya peningkatan PAD, kata dia adalah peningkatan efektifitas pemungutan pajak daerah dan retribusi dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi warga yang taat pajak.

Selain itu, Pemkot juga bisa melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan pajak daerah dan retribusi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar