Perantau, Ayo Jadi Duta Pariwisata

id istana pagaruyung

Sejumlah pengunjung asal Malaysia mengunjungi Istana Basa Pagaruyung, di Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (ANTARA SUMBAR/Iggoy el Fitra)

Batusangkar, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengajak para perantau daerah itu yang tinggal di Negara Malaysia untuk menjadi duta pariwisata mengenalkan potensi objek wisata yang ada.

"Perantau diharapkan dapat menjadi duta promosi pariwisata bagi Tanah Datar dan Sumatera Barat, tidak hanya membawa keluarga ke Ranah Minang tetapi juga turut mempromosikan kepada warga Malaysia," kata Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi melalui pesan singkatnya saat pertemuan dengan perantau Minang di Malaysia, Senin.

Bupati menyebutkan keberadaan perantau Minang di Malaysia memiliki peran strategis terhadap pembangunan kampung halaman khususnya Kabupaten Tanah Datar.

Dikatakannya, jalinan kerjasama dan komunikasi yang baik sesama perantau dan perantau dengan kampung halaman perlu terus diperkuat untuk kemajuan Tanah Datar serta Sumatera Barat.

Pengembangan pariwisata Tanah Datar sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Sumatera Barat seperti wisata budaya, alam, sejarah, kuliner, songket yang unik, pacu jawi yang sudah mendunia, dan seni tradisional lainnya akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Sumatera Barat.

"Tanah Datar yang dikenal sebagai pusat Budaya Minangkabau merupakan salah satu destinasi wisata utama di Sumatera Barat dengan memiliki lebih kurang 152 objek wisata yang menarik dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara," katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanah Datar, Deddy Prihatin menyampaikan Tanah Datar memiliki empat zona destinasi pariwisata, yakni zona wisata sejarah atau budaya terdapat Objek Wisata Istano Basa Pagaruyung, Balairung Sari Tabek, Batu Batikam, Batu Basurek, dan Rumah Kampai Nan Panjang.

Kemudian, Zona Wisata Alam terdapat Danau Singkarak, Panorama Tabek Patah, Panorama Puncak Pato, Aua Sarumpun, Kincia Kamba Tigo, dan Air Terjun Lembah Anai.

Zona Minat khusus terdapat pendakian Gunung Marapi dan Singgalang, Paralayang, Biking Park Aua Sarumpun, Arena Off Road dan Trabas serta zona khusus Nagari Tuo Pariangan.

Ia mengatakan saat ini pihaknya telah menyusun dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA) Tanah Datar 2017 sampai 2025 dan sedang dibahas di lembaga legislatif. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar