Delapan Negara Berkontribusi dalam ISoL FIB Unand

id #Seminar Internasional #Fakultas Ilmu Budaya

Logo Unand Padang (Antara)

Padang (Antarasumbar) Delapan negara tercatat sebagai negara asal pemakalah dalam International Seminar on Linguistic (ISoL) III Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, yang dijadwalkan pelaksanaannya pada 24 Agustus 2017, bertempat di Ruang Seminar FIB Unand.

Ke delapan negara yang sudah menyatakan kesediaan terdiri atas Jepang, Philipina, Amerika Serikat, Belanda, Arab Saudi, Thailand, Malaysia, dan Indonesia akan berbagi keilmuan tentang pengaruh era reformasi dan teknologi dalam bahasa kebangsaan masing-masing negara.

ISoL merupakan kegiatan akademik yang diselenggarakan secara berkala, yaitu satu kali dalam dua tahun oleh Program Studi Linguistik Pascasarjana FIB Unand dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Andalas, kata Ketua ISoL III Dr. Reniwati, M.Hum. seperti rilis di terima di Padang, Rabu.

Tahun ini, ISoL memasuki tahun ketiga dan mengangkat tema “Bahasa dan Dinamika Sosial” yang dijabarkan ke dalam beberapa subtema.

Menurut dia, tema tersebut dipilih karena dinamika sosial yang bergerak cepat di tengah masyarakat dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bahasa, yang kemudian menimbulkan persoalan-persoalan kebahasaan, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Lebih lanjut, Reniwati memberikan contoh pada pidato salah seorang kepala daerah yang berujung pada hukum pidana. "Artinya, kita harus berhati-hati dalam menggunakan bahasa. Pada hari ini, bahasa bisa direkam dan dijadikan bukti jika disampaikan untuk menghina suku, bangsa, dan agama orang lain," ujarnya.

Oleh karenanya, kata dia, wajar saja jika Presiden Repubik Indonesia, Joko Widodo, kemudian membatasi penggunaan bahasa oleh masyarakat Indonesia di media sosial. “Setiap orang diminta untuk bertanggung jawab terhadap setiap bahasa yang digunakan,” jelasnya.

Ketua ISoL 3 menuturkan bahwa seminar ini diharapkan dapat mendorong pemakalah luar negeri untuk berbagi pengalaman, informasi, dan hasil penelitian tentang masalah yang sama di negara masing-masing.

Baginya, teknologi dan reformasi pada hari ini sangat berpengaruh dalam perkembangan bahasa di berbagai negara. Hal tersebut disebabkan oleh dinamika sosial di berbagai negara yang tinggi.
“Hal ini tentunya berpengaruh pada bahasa karena bahasa merupakan alat perekam dinamika sosial,” ungkapnya.

Terkait bahasa dan dinamika sosial ini, dihadirkan Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., Kepala Badan Bahasa Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk membahasnya.

Ulasan yang disampaikan diharapkan dapat mendukung terciptanya suatu kebijakan untuk mengatasi berbagai persoalan kebahasaan di Indonesia. Sebab, tidak hanya peneliti, tetapi sejumlah praktisi, pengamat bahasa, pemerhati bahasa, sastrawan, dan budayawan ikut terlibat dalam menganalisis dinamika sosial yang berdampak pada bahasa Indonesia saat ini.

Bahkan, dinamika sosial yang diulas tidak hanya dilihat pada ragam lisan, tetapi juga dilihat pada karya sastra dan naskah kuno.

Mengulas berbagai persoalan bahasa di berbagai media tersebut, lima orang pemakalah turut diundang untuk mendampingi Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. Mereka ialah Faizah Sari, Ph.D. (Surya University, Indonesia), Prof. Madya Marlina Maros (University Kebangsaan Malaysia, Malaysia), Dr. Djusmalinar Djamarin, M.A. (Prince Songkla University, Thailand), Yoko Takafuji, M.A. (Wako University, Jepang) dan Dr. Gusdi Sastra, M.Hum. (Universitas Andalas, Indonesia). Bahkan, Mr. Abdulkhaleq A. Al-Qahtani, dari English Department yang sekaligus vise dean dari King Khalid University, Arab Saudi, turut hadir sebagai pemakalah.

“Ada sejumlah 67 pemakalah dalam ISoL 3 ini,” ungkapnya.

Terlaksananya seminar ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Pada kesempatan ini, Dr. Reniwati, M.Hum. mengucapkan terima kasih kepada pimpinan pemerintah daerah, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, karena akan membuka seminar pada malam hari (Rabu, 23/8/2017) nanti di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, MBA dan Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si. dan dekan terdahulu, Prof. phil. Gusti Asnan yang membantu secara moril dan materil hingga seminar ini dapat dilaksanakan.”

Kepada peserta ISoL 3, Dr. Reniwati mengucapkan selamat datang dan selamat membincangkan keadaan bahasa selama dua tahun terakhir dalam suasana akademik di Sumatera Barat. Kepada panitia ISoL 3, Dr. Reniwati juga mengucapkan terima kasih dan selamat mendedikasikan diri seminar ini. ***


Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar