SMAN2 Padangpariaman Tetap Belajar Meski Terdampak Banjir

id sekolah terdampak banjir

Siswa SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman membersihkan ruangan yang terdampak banjir Senin (22/8). Sekolah tersebut tetap melaksanakan proses belajar mengajar pasca terdampak banjir. (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M.S)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat tetap melaksanakan proses belajar mengajar pascaterdampak banjir sejak Senin (21/8).

"Yang terendam banjir ada 13 ruangan sedangkan yang enam ruangan lagi tidak terendam," kata Kepala SMAN 2 Batang Anai, Afniati di Batang Anai, Selasa.

Ia mengatakan enam ruangan tersebut masih bisa digunakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar sehingga siswa tidak terlalu dirugikan akibat banjir.

Sedangkan 13 ruangan lagi telah dibersihkan sejak pukul 07.00 WIB yang dilakukan oleh masing-masing siswa yang biasa menggunakan ruangan itu.

Sebelum banjir semakin parah pihaknya telah memindahkan peralatan belajar yang rentan rusak terhadap air di antaranya komputer dan buku ke tempat yang lebih tinggi.

"Kita telah antisipasi karena daerah ini sering kebanjiran dan beruntung ketinggian air yang menggenangi sekolah hanya sekitar 30 centi meter," katanya.

Ketika genangan air semakin tinggi pihak sekolah segera memerintahkan siswa untuk pulang agar tidak terdampak banjir.

Ia berharap pemerintah kabupaten dan provinsi segera memperbaiki saluran air agar banjir tidak lagi merendam daerah itu.

Sementara itu, salah seorang pelajar sekolah itu, Febri Kurnia Pratama mengatakan dirinya bersama siswa lainnya pada pagi tadi membersihkan lantai sekolah yang kotor oleh lumpur.

"Banyak kerugian yang diperoleh karena banjir di antaranya motor mogok dan bahkan ketakutan akan melihat binatang terbawa arus juga belum hilang," ujarnya.

Sebelumnya sekitar 600 kepala keluarga (KK) di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman terdampak banjir dengan kedalam air mencapai sekitar 1,5 meter.

"Pada sekitar pukul 11.00 WIB tadi kedalaman air mencapai 1,5 meter dan sekarang telah surut menjadi 60 centi meter," kata Kapala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padangpariaman, Amiruddin di Batang Anai, Senin.

Ia mengatakan penyebab banjir tersebut karena hujan yang mengguyur daerah itu dan ditambah dengan meluapnya sungai Batang Anai.

"Sedangkan saluran pembuangan tidak sanggup menampung debit air tersebut," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar