Tim Gabungan Kesbangpol Pasaman Barat Tes Urine Pelajar

id kesbangpol

Badan Kesbangpol dan petugas RSUD Jambak Pasaman Barat saat melakukan tes urine di sekolah yang ada di daerah itu. (ANTARA SUMBAR/ Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Tim gabungan dari Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan tes urine disejumlah sekolah yang ada di daerah itu.

"Benar, tes urine itu kita lakukan di sejumlah SMP dan SMA yang ada bersama jajaran Polres, Satpol PP dan instansi lainnua satu minggu terakhir," kata Kepala Bidang IWB Kesbangpol Pasaman Barat, Gusdiana Chandra di Simpang Empat, Sabtu (22/7).

Ia mengatakan dari tes urine yang dilakukan sekitar tujuh siswa positif narkoba dan langsung dilakukan pendataan dan rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Pasaman Barat.

Menurutnya tes urine dilakukan secara mendadak dan mengambil sekolah acak tersebut bertujuan untuk mengetahui siswa yang terlibat dengan penyalahgunaan narkoba.

Dalam pengambilan sample urine di sekolah, tim gabungan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan sejumlah tenaga medis dari RSUD Jambak Pasaman Barat.

"Tes urine itu kami lakukan di tujuh sekolah SMP dan SMA yang ada. Dari satu sekolah tim mengambil beberapa kelas atau siswa yang dicurigai atau dikhawatirkan terlibat penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Ia menjelaskan tes urine terhadap pelajar ini mereka lakukan menyikapi maraknya peredaran narkoba di Pasaman Barat. Bahkan dari kasus yang dijumpai banyak melibatkan anak di usia sekolah atau pelajar.
Terbukti, setelah melakukan tes urine di sejumlah sekolah, tim gabungan menemukan tujuh orang pelajar positif menggunakan narkoba yang didominasi jenis ganja.

Setelah didata pelajar tersebut dipanggil orangtuanya untuk dilakukan rehabilitasi di RSUD Jambak.

Ia mengimbau masyarakat dan orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka terutama pelajar yang sering beraktivitas di luar rumah.

Sebab, saat ini pelajar merupakan target bagi pengedar narkoba. Bahkan lebih parahnya beberapa kasus di Indonesia anak usia pelajar berprofesi sebagai pengedar narkoba.

"Kami akan terus melakukan kegiatan ini disekolah yang ada. Namun, peran serta dan pengawasan orang tua sangat diharapkan agar anaknya terhindar dari bahaya narkoba," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar