Pemkot Padang Segera Relokasi PKL Pasar Raya

id Pasar Raya Padang

Pembangunan pasar inpres blok III, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat segera merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar jalan Pasar Raya menuju kios yang telah dibangun.

"Ada sekitar 275 pedagang yang berjualan di Jalan Sandang Pangan, Bemo dan Pasar Baru, kesemuanya bertahap dipindahkan ke bangunan Inpres III," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal di Padang, Selasa.

Dia menyebutkan 275 pedagang itu harus berdagang di bahu jalan akibat gedung Inpres blok III lama yang rusak akibat gempa 2009.

Akibatnya banyak pedagang di beberapa jalan tersebut sering terjadi kemacetan karena banyaknya aktivitas jual beli, sedangkan gedung Inpres III saat itu masih tahap pengerjaan.

Rencananya, tambah dia pada 26 Juli 2017 akan diluncurkan gedung Inpres III tersebut bersamaan dengan selesainya relokasi pedagang tersebut.

"Bila nantinya relokasi sudah selesai dan bangunan bisa digunakan, pada kawasan bekas berdagang tersebut akan ditertibkan," lanjutnya.

Salah satu yang akan dilakukan ujar dia pengaspalan jalan yang saat ini berlubang dan rusak.

Kemudian menyediakan tempat parkir karena selama ini masih tidak beraturan akibatnya terjadi kemacetan.

Terkait sampah, menurut dia pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada pedagang untuk menyediakan kantong atau karung untuk sampahnya.

Bisa saja kata dia nantinya akan ada sanksi yang tegas bila masih ada yang melanggarnya.

"Wali kota ingin Pasar Raya juga menjadi destinasi wisata, sehingga butuh keseriusan mengelolanya," kata dia.

Sementara itu salah satu pedagang di Pasar Raya Ridho (27) berharap selain pedagang di pasar Inpres, relokasi juga dilakukan di pasar Fase dan Blok A.

Menurutnya pedagang tersebut juga membutuhkan kios untuk berjualan karena dinilai mengganggu pengunjung pasar.

Di samping itu area parkir khusus yang luas perlu disediakan di kawasan Pasar Raya untuk menghindari kemacetan. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar