TMSBK Hasilkan PAD Rp1,8 Miliar Selama Lebaran

id TMSBK, Bukittinggi, PAD, Libur Lebaran

Pengunjung TMSBK memperhatikan interaksi satwa di depan salah satu kandang, Selasa(4/7). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi objek wisata sebesar Rp1,84 miliar selama libur lebaran 1438 Hijriah.

Kepala Bidang TMSBK Bukittinggi, Ikbal di Bukittinggi, Selasa, mengatakan raihan PAD tersebut melebihi target yang ditetapkan selama libur lebaran sebesar Rp1,5 miliar.

"Selama delapan hari mulai 25 Juni sampai 2 Juli 2017, tercatat penjualan 132.786 lembar tiket masuk TMSBK," tambahnya.

Ia menyebutkan, raihan PAD retribusi objek wisata sebesar Rp1,8 miliar lebih tersebut berasal dari tiket masuk TMSBk, dan tiket ke objek lain yang berada di kawasan TMSBK seperti Rumah Adat Baanjuang, akuarium, kuda tunggang dan gajah tunggang.

Menurutnya, sejumlah satwa langka dan dilindungi menjadi daya tarik di objek wisata tersebut sehingga pengunjung ramai dan berlama-lama berada di depan kandang memperhatikan satwa tersebut.

"Salah satunya seperti memperhatikan interaksi Harimau Sumatera dan anak-anaknya di kandang atau Singa Afrika yang baru beberapa waktu lalu didatangkan dari Bali. Satwa ini cukup menjadi daya tarik pengunjung," ujarnya.

Sementara Bendahara Penerima Pembantu TMSBK, Dharma Putra mengatakan, kunjungan ke objek wisata tersebut usai libur lebaran masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan hari-hari libur biasa.
"Di Sumbar, beberapa daerah lain masih memberlakukan libur bagi anak sekolah sehingga masih ada peningkatan kunjungan meskipun telah turun dibanding saat libur lebaran," lanjutnya.

Pada Senin(3/7) tercatat penjualan 9.044 lembar tiket dengan pendapatan Rp131 juta dan jumlah itu masih lebih tinggi dari kunjungan selama tiga hari pada waktu akhir pekan biasa dengan rata-rata Rp100 sampai Rp110 juta.

"Wisatawan menjadikan TMSBK sebagai wisata pendidikan. Ramainya kunjungan selain sebagai pemasukan bagi daerah kami harap ini akan menghidupkan ekonomi warga terutama yang berada di dalam dan sekitar objek wisata," sebutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar