MUI Padang Panjang Pilih Kepengurusan Baru

id Musda MUI

Para ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Panjang melaksanakan musyawarah daerah (musda) untuk memilih kepengurusan baru masa bakti 2015-2020, Senin (3/7). (ANTARA SUMBAR/Zulham BK)

Padang Panjang, (Antara Sumbar) - Majelis Ulama Indonesia Kota Padang Panjang, Sumatera Barat melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dalam rangka memilih kepengurusan baru periode 2015-2020.

"Semoga kepengurusan yang baru bisa menjalankan amanah sesuai dengan yang di harapkan bersama," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Padang Panjang, Indra Gusnadi ketika membuka secara resmi musda MUI di aula Kementerian Agama setempat, Senin.

Ia mengharapkan kepengurusan MUI yang baru bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal kemaslahatan umat.

"Peran MUI sangat dibutuhkan dalam menyosialisasikan program Pemkot Padang Panjang dalam hal kemaslahatan umat," ujarnya.

Pengurus MUI Sumbar bidang fatwa Zulhamdi menyampaikan peran MUI Padang Panjang sangat dibutuhkan dalam melahirkan para ulama di daerah itu khususnya dan Indonesia umumnya.

Padang Panjang terkenal dengan daerah yang banyak melahirkan para ulama. Kami mengharapkan kepengurusan MUI yang baru juga bisa melahirkan para ulama kondang nantinya," katanya.

Kepala Kementerian Agama Padang Panjang Gusman Piliang mengatakan MUI merupakan lembaga yang indenpenden dalam memberikan fatwa, maka diharapkan bisa menjalin persatuan dan keseatuan antar sesama.

"Peran MUI sangat kami butuhkan dalam menjalin hubungan yang harmonis antar sesama umat di Padang Panjang ini," sebutnya.

Sementara Ketua DPRD Padang Panjang Novi Hendri mengajak kepada seluruh pimpinan MUI yang terpilih nanti, kedepannya harus lebih maju. Kegiatannya harus benar-benar kegiatan para ulama.

"Musda ini diharapkan bisa melahirkan kepengurusan baru yang dapat memecahkan masalah-masalah agama dan dapat memperkokoh aqidah, memperkuat ukhuwah demi kemaslahatan umat dan memberikan warna yang lebih baik lagi dalam menghadapi permasalahan yang ada," jelasnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar