Pemkot Izinkan Penyeberangan Kapal Wisata dari Bibir Pantai Gandoriah

id Mukhlis Rahman

Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman. (Antara)

Pariaman, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, memberikan izin secara resmi kepada pengusaha kapal wisata di daerah itu untuk menaikkan penumpang dari bibir Pantai Gandoriah melakukan penyeberangan ke pulau wisata.

"Khusus selama libur lebaran pemerintah daerah memberikan izin menaikkan penumpang wisatawan di lokasi itu," kata Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pemberian izin tersebut dilandasi kapasitas Muaro Pariaman yang tidak mampu menampung jumlah kapal wisata secara menyeluruh.

Apalagi kata dia, saat libur lebaran diperkirakan jumlah wisatawan akan mengalami lonjakan drastis ke Pulau Angso Duo.

Muaro Pariaman ujar dia, sebelumnya telah dilakukan pengerukan oleh pemerintah daerah menggunakan alat berat, namun kembali mengalami pendangkalan.

Wali kota menyebutkan sebelumnya lokasi di bibir Pantai Gandoriah memang tidak diizinkan untuk menaikkan penumpang wisatawan.

"Selama ini memang tidak diizinkan menaikkan penumpang di situ, namun kini hanya bersifat sementara saja," ujarnya.

Sebelumnya Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Pariaman, Sumatera Barat, Fitri Nora, meminta pemerintah setempat agar segera memperbaiki sejumlah objek wisata di daerah itu menjelang Lebaran.

"Objek wisata harus segera dibenahi dan ditata sebaik mungkin agar tidak mengecewakan wisatawan saat libur Hari Raya Idul Fitri nanti," katanya.

Ia mengatakan beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti objek wisata Pulau Angso Duo dan sejumlah pantai yang ada di daerah itu.

Pantai dan pulau ujar dia, merupakan destinasi utama para wisatawan berkunjung ke daerah itu maka perlu pelayanan dan fasilitas yang memadai.

"Pada umumnya wisatawan yang datang memang ingin melihat wisata bahari, salah satunya wisata Pulau Angso Duo," katanya.

Namun melihat kondisi Pulau Angso Duo saat ini, ujarnya perlu percepatan dan perbaikan maksimal agar tidak mengecewakan wisatawan yang datang.

Dampak abrasi pantai dan Landmark Angso Duo yang rusak ujarnya, perlu mendapatkan perhatian khusus.

Selain merekomendasikan sejumlah perbaikan objek wisata tersebut, pihaknya juga meminta pemerintah daerah agar segera menertibkan kapal ilegal yang masih mengangkut penumpang di tempat tidak resmi.

"Jangan main-main persoalan transportasi laut seperti kapal, karena ini menyangkut nyawa manusia jika terjadi kecelakaan lagi sangat berakibat fatal," ujar dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar