Tim SK4 Limapuluh Kota Tutup Empat Pabrik Tuak

id Tuak

Barang bukti tuak yang disita tim terpadu Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kabupaten (SK4) Kabupaten Limapuluh Kota. (cc)

Sarilamak, (Antara Sumbar) - Tim terpadu Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kabupaten (SK4) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat menutup empat pabrik pengolahan minuman keras jenis tuak pada razia pekat yang digelar di daerah itu, Jumat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Limapuluh Kota, Nasriyanto di Sarilamak, Jumat, mengatakan ke empat tempat pengolaan tuak yang ditertibkan tersebut berada di Kecamatan Harau daerah setempat.

"Petugas langsung menutup ke empat pabrik tuak itu, bahkan beberapa orang ditemukan sedang asik menikmati tuak di siang hari," kata dia.

Ia mengatakan lokasi pabrik tuak yang ditertibkan berada di Nagari Lubuak Batingkok, Batu Balangan, dan Purwajaya. Di lokasi Purwajaya ditemukan 21 jeriken tuak.

Selain menyita 21 jeriken tuak sebagai barang bukti, tim juga menemukan empat drum serta empat ikat kayu raru atau kayu fermentasi yang dijadikan sebagai bahan untuk pembuat tuak. Setelah ditimbang berat keseluruhannya mencapai satu ton lebih.

"Seluruh barang bukti sudah diamankan di Kantor Satpol-PP setempat dan pemiliknya diberikan surat teguran serta akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Kabupaten Limapuluh kota," kata dia.

Kegiatan razia yang digelar bersama pihak kepolisian, TNI, dan SUBDENPOM tersebut merupakan bahagian dari operasi pekat dalam rangka Ramadhan.

Tim SK4 tidak akan membiarkan suasana Ramadhan dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab serta mengganggu suasana keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Salah seorang warga setempat Khairunnas menyambut baik langkah aparat penegak hukum yang telah menertibkan tempat pabrik tuak tersebut. Dengan adanya langkah tersebut dapat mengurangi kebiasaan mabuk-mabukan di daerah itu.

"Bagi pelaku yang membuat dan menyediakan tuak itu harusnya diberikan sanksi tegas, sehingga dapat memberikan efek jera kepada yang lain," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar