Ekspor Sumbar pada Mei Capai 183,10 Juta Dolar

id Ekspor, Sumbar, Mei

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama?16)

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat ekspor provinsi itu pada Mei 2017 mencapai 183,10 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 17,46 persen dibandingkan April 2017 yang mencapai 221,84 juta dolar AS.

Golongan barang paling banyak diekspor pada Mei 2017 adalah lemak dan minyak hewan senilai 131,33 juta dolar AS,, kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.

Selanjutnya karet dan barang dari karet senilai 38,30 juta dolar AS bahan bakar mineral sebesar 4,31 juta dolar AS.

Penurunan ekspor nonmigas Mei 2017 jika dibandingkan dengan April 2017 terjadi pada beberapa negara tujuan, diantaranya Amerika Serikat turun sebesar 20,52 persen, Malaysia turun 48,80 persen, dan Inggris turun 52,01 persen.

Sementara itu, Sukardi menyebutkan ekspor ke negara India mengalami peningkatan sebesar 5,06 persen dan ke Singapura juga meningkat sebesar 10,08 persen, ujar dia.

Kemudian, negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Mei 2017 adalah India sebesar 92,73 juta dolar AS, Amerika Serikat sebesar 46,70 juta dolar AS, dan Singapura sebesar 20,28 juta dolar AS.

Selama periode Januari-Mei 2017 ekspor ke India memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumatera Barat yaitu 38 persen, Amerika Serikat 22,63 persen, dan Singapura 9,99 persen.

"Dengan demikian, selama Januari-Mei 2017 total ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 70,62 persen," ujarnya.

Pada sisi lain ekspor produk industri pengolahan mengalami penurunan sebesar 17,48 persen dan ekspor sektor pertanian juga mengalami penurunan sebesar 52,09 persen.

Ia menyebutkan kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Sumatera Barat periode Januari-Mei 2017 mencapai 97,41 persen, dan k sektor pertanian sebesar 1,11 persen.

Sementara nilai impor Sumatera Barat pada Mei 2017 mencapai 35,79 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 98,24 persen dibandingkan dengan April 2017 yang hanya 18,05 juta dolar AS.

Ia menyampaikan golongan barang impor terbesar Mei 2017 adalah bahan bakar mineral sebesar 30,75 juta dolar AS garam, belerang, kapur sebesar 2 juta dolar AS, golongan mesin-mesin dan peralatan mekanik sebesar 1,40 juta dolar AS.

Kemudian golongan ampas sisa industri makanan sebesar 1,35 juta dolar AS, dan golongan pupuk sebesar 0,14 juta dolar AS.

Ia mengatakan impor terbesar berasal dari negara Singapura senilai 22,83 juta dolar AS, Malaysia 8,06 juta dolar AS, Argentina 1,35 juta dolar AS, Oman 0,97 juta dolar AS, dan Tiongkok 0,94 juta dolar AS.

Sementara Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat mencatat kinerja ekspor propinsi itu pada triwulan I 2017 naik signifikan yang mampu tumbuh signifikan 21,19 persen dibandingkan triwulan IV 2016 yang hanya tumbuh minus 4,9 persen.

"Kinerja ekspor luar negeri Sumatera Barat menunjukkan perbaikan signifikan seiring dengan perbaikan permintaan dari negara mitra dagang dan peningkatan harga internasional komoditas utama ekspor," kata Kepala BI perwakilan Sumbar Puji Atmoko .

Ia menilai peningkatan permintaan ke negara mitra dagang didorong oleh pemulihan ekonomi negara tersebut serta berkurangnya produksi kompetitor negara lain.

Hal ini terkonfirmasi dari hasil liaison (kajian) kontak perusahaan industri olahan CPO yang menunjukkan bahwa permintaan ekspor kontak industri olahan meningkat karena membaiknya pasokan bahan baku dalam negeri di tengah pasokan negara pesaing yang menurun, katanya.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun dari perusahaan industri karet menyebutkan bahwa hingga awal 2017, kinerja produksi karet dan ekspornya terus membaik imbas dari perbaikan harga karet. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar