Panglima Janji Terbuka Soal Korupsi Heli AW

id Gatot Nurmantyo, Heli AW-101

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jakarta, (Antara Sumbar) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjanji akan terbuka soal penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan helikopter militer AgustaWestland (AW) 101.

"Jangan khawatir kita tidak terbuka, kalau tidak, tidak mungkin saya sekarang mengumumkan di ruangan KPK," kata Gatot dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Gatot melakukan konferensi pers bersama dengan Kepala Satuan Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, POM TNI sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu Marsekal Madya TNI FA yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitemn (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa, Letkol administrasi BW selaku pejabat pemegang kas atau pekas dan Pelda (Pembantu letnan dua) SS staf pekas yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu.

Total anggaran pengadaan heli AW-101 adalah Rp738 miliar yang masuk dalam APBN 2016 dengan nilai kerugian negara sekitar Rp220 miliar.

"Saya juga minta media mengawasi TNI sampai akhir persidangan. Tidak ada yang akan ditutup-tutupi di sini karena yang diselewengkan adalah uang rakyat jadi harus dipertanggungjawabkan ke rakyat. Yakinlah hukum adalah panglima," kata Gatot menegaskan.

Gatot juga meyakini bahwa jumlah tersangka akan bertambah lagi.

"Yang saya sebutkan tadi, tersangka pertama adalah pejabat pembuat komitmen, kemudian saya katakan ini adalah kasus bukan hanya korupsi saja tapi ada subordinasi, ketidaktaatan perintah, penyalahgunaan kewenangan, penggelapan, pemalsuan," ungkap Gatot.

Apalagi menurut Panglima, ia juga didesak oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya minta lebih cepat, supaya ada kejelasan karena KPK tidak diperintah presiden, Panglima dikejar sama presiden maka saya kejar KPK. Saya tidak bisa tidur saya karena diperintah presiden begitu," ucap Gatot sambil tertawa.

Gatot pun tidak ragu menyasar pelaku yang sudah tidak lagi aktif secara militer. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar