Ratusan Hektare Lahan Di Pasaman Terancam Tidak Dapat Dikelola

id lahan pertanian

Sawah. (ANTARA)

Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Ratusan hektare lahan pertanian milik warga di Bahagia Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terancam tidak dapat dikelola karena bendungan irigasi yang ada di daerah itu jebol dan rusak total.

Salah seorang petani di Nagari Bahagia, Kecamatan Padang Gelugur Ali (52) di Padang Gelugur, Minggu, mengatakan sumber utama air yang biasa mengaliri lahan pertanian di daerah itu dari aliran sungai Batang Rambah.

"Namun saat ini saluran bendungan aliran sungai Batang Rambah tersebut sudah rusak dan air tidak bisa mengalir dengan normal sehingga ratusan hektare sawah terancam tidak bisa dikelola padi," katanya.

Oleh sebab itu, ia berharap kepada pemerintah daerah setempat untuk segera memperbaikinya.

"Jika diperbaiki secepatnya maka ribuan pengguna air bendungan tersebut akan terselamatkan. Air dari aliran sungai bendungan tersebut masih normal dan mengalir lancar namun dapat menjangkau lahan kami lagi," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan petani lainnya Firman (47). Ia mengatakan mulai dari tahun 1950-an bendungan sungai tersebut tepatnya di Sinonoan Nagari Bahagia sudah lama dipergunakan para petani di daerah itu sebagai sumber utama air persawahan.

"Sekarang kami tidak dapat lagi bercocok tanam karena tidak ada air," ujarnya.

Menurutnya, dahulu warga setempat selalu bergotong royong untuk memperbaiki bendungan jika ada yang tersumbat dan rusak dengan sumber dana dari masyarakat.

"Tapi saat ini tradisi itu sudah mulai hilang akibat bangunan bendungan tersebut sudah dibangun oleh pemerintah," katanya.

Ia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk segera memperbaikinya karena sumber penghasilan utama warga di daerah itu dari pertanian.

"Apalagi saat ini kebutuhan warga semakin meningkat. Jika tidak segera diperbaiki maka akan berdampak terhadap ekonomi petani," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Elvi Wardi mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari para petani setempat dan akan segera melakukan perbaikan.

"Itu harus diperhatikan dan diprioritaskan apalagi fungsinya sebagai faktor pendukung utama lancarnya pengolahan pertanian. Namun perbaikan bendungan tersebut akan diusahakan semampu pihak Dinas Pertanian," ujarnya.

Ia mengatakan lokasi saluran bendungan yang rusak tersebut merupakan wewenang dari Dinas Perkerjaan Umum karena sumber aliran air bendungan tersebut berasal dari aliran sungai Batang Rambah.

Sementara itu, Kepala Bidang Irigasi dan Pengairan Dinas PU Pasaman Bujang mengatakan aliran sungai Batang Rambah merupakan wewenang dari Propinsi.

"Tapi jika ada bendungan sungai yang rusak total dan perlu perbaikan yang mendesak maka itu juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah apalagi untuk kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar