Mensos Apresiasi Pemkot Solok Integrasikan Penurunan Kemiskinan

id Khofifah Indar Parawansa

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Solok, (Antara Sumbar) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat, dalam mengintegrasikan berbagai langkah dan bantuan sosial untuk mempercepat penurunan kemiskinan di daerah itu.

"Selama saya keliling untuk pencairan Program Keluarga Harapan, baru kali ini saya mendapatkan komitmen untuk intervensi dan integrasi berbagai bansos untuk percepatan penurunan kemiskinan warga Solok," kata Mensos saat pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) di Solok, Jumat.

Integrasi bansos yang dilakukan Pemkot Solok yaitu dengan mentransfer sebagian dana Badan Amil Zakat kepada para penerima PKH yang merupakan warga tidak mampu.

Dia mengatakan, untuk percepatan penurunan kemiskinan memang dibutuhkan komitmen dan keikutsertaan semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Mensos pada pencairan PKH di Solok mengingatkan keluarga penerima manfaat agar menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya yaitu untuk keperluan anak sekolah maupun pemenuhan gizi bayi dan balita serta inu hamil.

"Tidak boleh dibelikan rokok atau pulsa," katanya mengingatkan seraya menambahkan bahwa saat ini Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dimiliki oleh peserta PKH merupakan kartu baru yang bisa digunakan untuk mengambil bantuan secara non tunai dan juga sebagai tabungan.

Mensos pada kesempatan itu menyerahkan bantuan untuk Kota Solok dengan total nilai Rp6,35 miliar terdiri dari PKH non tunai bagi 1.288 keluarga senilai Rp2,43 miliar, rastra untuk 2.256 keluarga senilai Rp3,09 miliar, bansos disabilitas untuk 10 jiwa Rp30 juta, bansos lansia 10 jiwa Rp30 juta.

Selain itu juga diserahkan bansos UEP-KUBE untuk 330 keluarga senilai Rp660 juta, bansos e-warong untuk tiga kelompok Rp30 juta dan hibah dalam negeri bagi 370 keluarga sebesar Rp78 juta. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar