Wali Kota Minta ASN Rutin Bayar Zakat Mal

id zakat, baznas

Solok, (Antara Sumbar) - Wali Kota Solok, Sumatera Barat, Zul Elfian meminta kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk rutin membayar zakat mal.

"Jika para ASN rutin mengeluarkan zakat dari gajinya setiap bulan, maka dalam setahun Baznas (Badan Amil Zakat) Solok akan menerima sekitar Rp5 miliar. Ini jumlah yang sangat besar untuk menolong masyarakat yang tidak mampu," katanya usai acara pelatikan pengurus Baznas Solok periode tahun 2017- 2021 di Solok, Selasa.

Ia menjelaskan untuk memulai agar zakat terkumpul dengan banyak, dimulai dari lingkungan pemerintah kota, seperti para pegawainya.

"Perlunya kesadaran para ASN bahwa dalam gajinya ada hak dari orang yang tidak mampu," ujarnya.

Selain perlunya sosialisai kepada ASN melalui kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk menggiatkan membayar zakat juga perlu disosialisasikan pada para pengusaha agar memiliki kesadaran dalam menunaikan zakat harta sebesar 2,5 persen dari jumlah hartanya.

"Perlunya kepala SKPD mengingatkan kepada anggotanya untuk membayar zakat harta, bagi yang telah membayar zakat, harap dilaporkan agar dapat terus dibina," katanya.

Ia menyebutkan jika zakat diperoleh sebesar RP5 miliar dalam setahun, jika ada 1000 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di Solok, dapat terbantu Rp5 Juta per KK untuk modal usahanya.

Dengan bantuan tersebut, jika 250 KK berhasil dibina, memungkinkan 250 KK kurang mampu yang sebelumnya menjadi mustahiq (penerima zakat) bisa menjadi muzakki (pemberi zakat).

"Tapi, memang tidak sesederhana itu dalam menurunkan angka kemiskinan, perlu kerja keras dalam waktu yang berkelanjutan," katanya.

Ia mengatakan Baznas sebagai badan pengumpul dan pendistribusi zakat juga perlu dukungan dari masyarakat. Agar zakat nantinya dapat menuntaskan kemiskinan, untuk perbaikan ekonomi, untuk pendidikan, dan banyak hal lainnya.

"Sejauh ini baru 20 persen ASN yang sudah menyadari kewajibannya membayar zakat harta," katanya.

Untuk semakin memudahkan dan memperlancar pengurus dalam melaksanakan tugas, pemkot akan memperbaiki fasilitas gedung Baznas Solok yang sekarang kurang representatif.

Pengurus Baznas yang terpilih sebagai kepala Baznas adalah Akbp Zaini, dan pengurusnya Syafruddin, Rusli, dan Darmiati.

Pemilihan pengurus Baznas Solok melalui serangkaian seleksi yang ketat dengan tes Al Quran dan pengetahuan mengenai zakat, dan direkomendasikan juga oleh Baznas Jakarta.

Baznas mempunyai tugas dan fungsi untuk mengumpulkan, mendistribusikan, dan menyalurkan zakat. Zakat juga mempunyai banyak jenis pula, salah satunya zakat mal atau harta. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar