Mandeh Diharap Masuk Prioritas Destinasi Wisata Nasional Tahap II

id Kawasan Mandeh

Kawasan Mandeh, dari puncak Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan bisa masuk program prioritas pengembangan destinasi wisata nasional tahap II karena potensinya sangat besar untuk dijadikan wisata andalan daerah untuk menggaet wisatawan.

"Kita memang tidak masuk 10 prioritas destinasi wisata nasional tahap I. Namun bukan berarti tidak mendapat perhatian pusat karena masih ada program lanjutan. Mudah-mudahan kita masuk tahap II," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan komunikasi dengan Kementerian Pariwisata akan terus dijalin agar Kawasan Wisata Mandeh masuk dalam program nasional sehingga pengembangannya bisa dipercepat.

"Sementara, kita sudah dapat lampu hijau masuk program tahap II. Kita berharap tidak ada perubahan nantinya," ujar dia.

Ia mengatakan agar bisa masuk dalam program nasional itu, Sumbar terutama masyarakat di Mandeh harus memberikan respon positif dengan mendukung rencana pengembangan destinasi tersebut.

"Pesisir Selatan saat ini telah memiliki rencana induk pengembangan Mandeh. Ini merupakan salah satu indikator yang menunjukkan daerah serius untuk pengembangan pariwisata," kata dia.

Hal itu, terangnya akan menjadi pertimbangan bagi kementerian untuk memasukkan Sumbar dalam program pengembangan destinasi wisata.

Saat ini, katanya Sumbar harus berupaya menarik investor untuk menanamkan modalnya dalam sektor pariwisata agar sektor tersebut terus berkembang.

Wacana yang mengapung Kementerian Pariwisata akan mempromosikan Kawasan Wisata Mandeh pada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud saat berkunjung ke Indonesia pada awal Maret 2017.

Diharapkan pengusaha yang ikut datang dalam rombongan tertarik untuk investasi sarana penunjang pariwisata seperti perhotelan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar