Polresta Padang Tangkap Sepasang Kekasih Pengedar Sabu-sabu

id Penangkapan

Ilustrasi, penangkapan sepasang kekasih pengedar sabu-sabu. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Satuan Narkoba Polresta Padang, Sumatera Barat, menangkap Mahaputra Airlangga (25) dan teman wanitanya Olivia Gemilang (27) tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Perumahan Dokter Hipokrates, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah pada Rabu dinihari sekitar pukul 02.45 WIB.

"Kami menangkap pasangan kekasih ini pada sebuah rumah kontrakan," kata Kasatres Narkoba Polresta Padang Kompol Daeng Rahman di Padang, Rabu.

Dia mengatakan pelaku Mahaputra ini sudah menjadi target pihak Polresta karena termasuk pada salah satu jaringan peredaran narkoba di Kota Padang.

"Sedangkan Olivia ini diketahui memiliki kedekatan dengan bandar narkoba besar di Padang," terang dia.

Menurut dia penyelidikan yang dilakukan terhadap pelaku selama ini terkendala karena pelaku sangat jarang pulang ke rumah kontrakannya. Saat pihaknya mendapatkan info bahwa pelaku ada di rumah, pihaknya langsung melakukan pengintaian.

Dia mengatakan pelaku ditangkap ketika akan berangkat keluar dari rumah kontrakannya. Pihaknya langsung melakukan penggeledahan pada tubuh dan rumah pelaku.

Bersama pelaku pihaknya menyita barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak satu paket kecil senilai Rp1.500.000 dan sejumlah pil ekstasi bewarna merah yang sudah hancur.

"Selain itu kami juga menemukan dua unit timbangan digital, alat hisap narkoba serta empat unit telepon genggam," jelas dia.

Polisi juga menemukan di dalam telepon genggam yang dimiliki pelaku beberapa pesan yang berisi permintaan narkoba dalam jumlah besar.

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah berada di Mapolresta Padang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kedua pelaku akan diancam dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 112 dan 114 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun serta maksimal seumur hidup. (*)


Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar