Dewan Pers: Jurnalis Perempuan Lebih Memiliki Sensitifitas

id Yosep Adi Prasetyo

Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Adi Prasetyo. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Ketua Dewan Pers Indonesia, Yosep Adi Prasetyo mengatakan jurnalis perempuan lebih memiliki sensitifitas dalam peliputan berita dibandingkan junalis pria, sehingga hasil liputannya lebih memiliki rasa.

Dalam peliputan suatu berita memang sudah seharusnya memiliki sensitifitas pada objek liputan, terlebih pada jenis liputan kekerasan pada anak dan perempuan, katanya pada pelatihan jurnalis perempuan dengan tema 'Peliputan Daerah Konflik, Bencana Alam, Anak dan Perempuan Korban Pemerkosaan' di Padang, Selasa.

Karenanya lanjut dia, jurnalis perempuan sangat ditekankan untuk lebih berkontribusi dalam meningkatkan kualitas berita yang mengedukasi namun tidak melanggar kode etik jurnalistik.

Anggota Dewan Pers lainnya Ratna Komala mengatakan sebelum turun melakukan peliputan seorang jurnalis haruslah memiliki ideologi atau cara berpikir yang tidak melenceng dari kode etik jurnalistik.

Khususnya kepada jurnalis perempuan harus mengetahui dan paham terhadap keberadaannya ketika dihadapkan dalam situasi dimana perempuan sebagai objek berita.

Selama ini anak dan perempuan menjadi sangat rentan sebagai korban kekerasan, di sini peran jurnalis perempuan dengan sensitifitas dan empatinya dapat berperan, ujarnya.

Kemudian dampak dari sebuah berita akan dipengaruhi oleh pilihan kata dan latar belakang dari si jurnalis.

Maka dari itu penempatan kata dan mengolah kata harus lebih hati-hati khususnya dalam penulisan berita kekerasan anak dan perempuan, sehingga dapat meminimalisir kesalahan, ujarnya.

Walaupun tidak menutup kemungkinan jurnalis laki-laki dapat melakukan hal yang sama, tetapi lebih baiknya jurnalis perempuan yang mengambil alih hal itu, kata dia. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar