MtsN Targetkan Pelajar Hafal Dua Juz Alquran

id Hafiz Quran

Ilustrasi, Hafiz Quran. (Antara)

Painan, (Antara Sumbar) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menargetkan pelajar yang menuntut ilmu di madrasah tersebut hafal dua juz Alquran.

"Hafalan dua juz Alquran tersebut kami khususkan bagi pelajar yang duduk di kelas VII, dan ditargetkan menjelang lulus mereka sudah hafal," kata Kepala MTsN Pesisir Selatan, Mardani di Painan, Kamis.

Sementara bagi pelajar yang duduk di kelas VIII dan IX tidak harus dua juz namun disesuaikan, walau demikian kalau ada diantara mereka yang hafal maka akan menjadi nilai tambah.

Agar target itu tercapai khusus pada hari Senin dan Rabu sebelum memulai aktivitas belajar mengajar, pelajar terlebih dahulu menyetor hafalan mereka kepada guru yang ditunjuk.

"Kegiatan tersebut dimulai pukul 6.55 WIB hingga 07.30 WIB, setelah itu baru dimulai proses belajar mengajar," ungkapnya.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan hafalan dua juz Alquran tidak menjadi beban bagi pelajar, bahkan kata Mardani dengan rutinitas itu salah seorang pelajar yang duduk di kelas VII tinggal dua ayat lagi untuk memenuhi hafalan satu juz Alquran.

"Insya Allah kalau ada 20 pelajar yang nantinya hafal satu juz Alquran maka akan dilaksanakan khatam dengan mengundang orang tua pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama dan aparatur pemerintah," katanya.

Kegiatan tersebut dimaksud untuk memacu pelajar agar bersemangat dalam memperbanyak hafalan selain itu agar orang tua pelajar ikut memberikan dukungan bagi pelajar ketika menghafal alquran.

"Hafalan Alquran tersebut kami harapkan selain sebagai bekal bagi pelajar untuk terjun ditengah-tengah masyarakat juga bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan, karena saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi yang menerima calon mahasiswa tanpa tes apabila hafal lima juz alquran, jadi setelah mereka lulus dari sini mereka cukup menambah tiga juz hafalan lagi," tambahnya.

Selain program menghafal Alquran di madrasah itu hingga sekarang juga masih berjalan program pelajar harus bisa berceramah agama, menyelenggarakan jenazah dan doa pendek.

Hal tersebut dimaksud agar setelah lulus bisa menunjukkan peran ditengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD setempat, Ikal Jonedi mengatakan pihak sekolah haruslah cerdas ketika memprogramkan pelajar hafal dua juz Alquran.

"Cerdas maksudnya jangan sampai kegiatan itu malah menjadi beban tapi dengan metode setoran hafalan tiga kali dalam seminggu saya rasa tidak akan memberatkan, apalagi pelajar memiliki waktu cukup panjang hingga mereka lulus, program ini cukup bagus," katanya lagi. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar