
Solok Selatan Targetkan Keluar Daerah Tertinggal 2017
Jumat, 7 Oktober 2016 16:34 WIB

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menargetkan daerah itu bisa keluar dari status tertinggal pada 2017, karena sekarang sedang fokus membenahi indikator yang masih belum tercapai.
"Berdasarkan koordinasi pemerintah daerah dengan Badan Pusat Statistik (BPS) kita bisa keluar dari kategori daerah tertinggal pada 2017 karena beberapa indikator sudah tercapai, tinggal membenahi yang masih lemah," kata Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, di Padang Aro, Jumat.
Dia mengatakan, dari 27 indikator daerah tertinggal Solok Selatan sudah ada yang tercapai seperti sektor pendidikan.
Untuk yang masih lemah katanya, bila perlu anggaran akan segera dialokasikan agar indikator tersebut bisa cepat terselesaikan.
Sementara itu Kepala BPS Solok Selatan, Mukhdam mengatakan, dari 27 indikator kategori daerah tertinggal 18 sudah didapat perbandingannya, sedangkan sembilan lagi masih dicari.
"Dari 18 indikator daerah tertinggal yang sudah dapat perbandingannya, Solok Selatan sudah mencapainya delapan indikator dan 10 lagi yang harus dicapai," katanya.
Dia menjelaskan, untuk indikator yang paling tinggi bobotnya adalah sektor perekonomian dan makro seperti kemampuan keuangan daerah bobotnya 10 persen.
Selanjutnya pengeluaran konsumsi perkapita, angka harapan hidup, persentase penduduk miskin yang bobotnya masing-masing 10 persen.
Untuk kemampuan keuangan daerah katanya, berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pihaknya belum mendapatkan perbandingannya.
Sedangkan untuk Pendapatan atau pengeluaran perkapita katanya, standar nilai Body Mass Index (BMI) yang harus dicapai 652,64 sedangkan Solok Selatan baru 623,15 jadi belum tercapai dan harus diupayakan secepatnya.
Indikator angka harapan hidup juga belum tercapai oleh Pemerintah Solok Selatan dimana standarnya 70,61 sedangkan capaiannya sekarang baru 64,9.
Untuk persentase penduduk miskin Solok Selatan katanya, jumlahnya sudah melewati standar dimana standarnya 12,09 sedangkan realisasinya sudah di bawah itu yaitu 8,12.
"Sebaiknya yang harus dicapai adalah indikator yang memiliki bobot tinggi karena pengaruhnya sangat besar," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Armen Syahjohan mengatakan, untuk mempercepat terbebas dari daerah tertinggal semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus dievaluasi.
"Keberhasilan program pemerintah tergantung dari pimpinan SKPD oleh sebab itu harus dilakukan evaluasi supaya Solok Selatan cepat keluar dari daerah tertinggal," katanya. (*)
Pewarta: Erik Ifansyah Akbar
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
