Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Kenalkan Kota Cerdas Lewat Parkir Meter

Kamis, 1 September 2016 20:37 WIB
Image Print

Padang, (Antara Sumbar) - Wali Kota (Wako) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah berupaya mengenalkan kota cerdas kepada masyarakat melalui penerapan parkir meter yang pelaksanaannya dimulai Kamis.

"Saat ini tujuan pemerintah menjadikan Padang sebagai kota cerdas, parkir meter menjadi salah satu parameternya," katanya di Padang.

Menurutnya konsep kota cerdas yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, kemudahan dan kesejahteraan masyarakatnya tergambar dalam contoh perparkiran dengan sistem secara elektronik tersebut.

Lewat sistem parkir meter ini masyarakat bisa dikenalkan suatu pelayanan praktis yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan tersebut.

Pelayanan parkir ini mudah, namun cukup aman dengan adanya jaminan kendaraan dari pengelola, serta biaya yang terjangkau.

"Prinsip kota cerdas juga tertib, parkir meter menjelaskan ketertiban dalam parkir kendaraan," tambahnya.

Selain tertib kota yang cerdas juga akan transparan dan akuntabel, hal ini juga terlihat dari sistem parkir meter. Tertib terlihat dari kendaraan yang masuk parkir berkisar 20 motor atau empat mobil per mesinnya.

Sedangkan transparan tergambar dari kejelasan pemasukan dari retribusi tersebut sehingga terhindar dari kemungkinan bocor.

Selain itu, pemasukan dan proses keuangan lainnya bisa dipantau secara dalam jaringan atau online.

"Akuntabel tergambar dari pengawasan dan asuransi yang diberikan pada sistem parkir tersebut," kata dia.

Tanggung jawab ini akan menjadi komitmen perusahaan sebagai pengelola dan juga juru parkir pilihan sebagai pengawas. Ini juga melatih masyarakat khususnya juru parkir untuk bertanggung jawab atas tugasnya.

"Kemudian prinsip kemudahan dalam kota cerdas terlihat dari penggunaan kartu cerdas parkir yang memakai prinsip pembayaran non tunai," ujarnya.

Sebab, menurutnya prinsip pembayaran uang tunai saat ini menjadi solusi dan indikator dari kota cerdas nantinya.

"Kesejahteraan tergambar dari tujuan akhir penerapan parkir meter ini untuk menambah pendapatan daerah yang muaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya hal ini nilai terpenting penerapan parkir meter tersebut.

Sedangkan prinsip nyaman diharapkan lewat sistem perparkiran tersebut kemacetan akibat parkir dapat dikurangi sehingga memberikan kenyamanan warga berkendara.

"Parkir meter menjadi salah satu unsur pendukung terciptanya Padang kota cerdas," katanya.

Sebelum ini Padang telah memiliki sistem angkutan massal cerdas dengan penggunaan tiket elektronik pada Trans Metro Padang, dan pendirian warung elektronik bulan lalu.

Ke depan, katanya akan ada lagi penggunaan sistem yang berprinsip praktis dan kemudahan teknologi.

Senada itu Guru besar ITB sekaligus pencetus kota cerdas, Prof Suhono Harso Soepangkat mengatakan bahwa sistem parkir elektronik seperti parkir meter dikatakan unsur pendukung kota cerdas.

Salah satu indikator kota cerdas yakni masyarakatnya memanfaatkan perkembangan teknologi dan melakukan inovasi untuk memperoleh keamanan dan kenyamanan.

Dengan demikian secara keseluruhan pengertian kota cerdas yakni pemerintahannya mampu memaksimalkan potensi sumber daya alamnya, sumber daya manusianya, serta situasi kondisi lingkungannya.

"Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, kemudahan serta kesejateraan dan kebahagiaan masyarakat tersebut," sebutnya (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026