AIMI Sumbar Sosialisasikan Manfaat ASI ke Masyarakat

id AIMI, Sosialisasi, Manfaat, ASI

AIMI Sumbar Sosialisasikan Manfaat ASI ke Masyarakat

Ilustrasi. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Dalam rangka memperingati Pekan Air Susu Ibu (ASI) Sedunia pada 1 sampai 7 Agustus 2016, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Sumatera Barat (Sumbar) menggelar sosialisasi manfaat ASI ke sejumlah kelompok masyarakat.

"Sosialisasi dilakukan serentak selama Agustus tentang pentingnya menyusui dan pemberian standar emas makanan bayi di beberapa lokasi di kota Padang," kata Ketua AIMI Sumbar, Ria Oktorina di Padang, Senin.

Menurutnya tema Pekan ASI sedunia pada tahun ini adalah menyusui kunci pembangunan berkelanjutan dan di Indonesia Kementerian Kesehatan juga mengadopsi tema tersebut.

"2016 di Tanah Air tema yang diangkat adalah ibu menyusui sampai dua tahun lebih hemat, anak sehat dan cerdas, dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera," tambah dia.

Sementara Ketua Panitia Sosialisasi AIMI Sumbar, Karsini menyampaikan kegiatan sosialisasi difokuskan pada lokasi yang berada di pinggiran kota Padang, sebagai komitmen untuk mengedukasi pihak yang belum terjangkau informasi tentang standar emas makanan bayi.

Sosialisasi akan dilakukan di tiga Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dibawah binaan Puskesmas Anak Air, Puskesmas Air Dingin dan Puskesmas Seberang Padang.

Selain itu sosialisasi juga dilakukan di Kelurahan Pisang bersama mahasiswa Keperawatan Universitas Andalas, dan Himpunan Guru Paud di Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, ujar dia.

Ia berharap akan semakin banyak pihak mendapatkan informasi tentang pentingnya standar emas makanan bayi dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini, Pemberian ASI eksklusif, MPASI Rumah mulai enam bulan, dan ASI terus sampai dua tahun atau lebih.

Ia menambahkan kegiatan ini juga diharapkan sebagai titik balik bagaimana semua pihak bisa mengupayakan menyusui sebagai prioritas dalam pembangunan, karena ternyata terkait dan merupakan salah satu elemen kunci dalam pencapaian tujuan pembangunan.

Semoga pemahaman akan pentingnya menyusui tidak terbatas pada kalangan tertentu seperti di sektor kesehatan saja, namun menjadi prioritas banyak pihak tidak hanya pemerintah, juga masyarakat dan sektor swasta, kata dia.

Sebelumnya pendiri sentra Laktasi Indonesia dr Utami Roesli menganjurkan ibu yang baru melahirkan untuk segera menyusui bayi atau dikenal dengan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) karena memiliki banyak manfaat.

"Menyusui dini dilakukan secepatnya setelah melahirkan dengan cara bayi ditengkurapkan di dada ibu karena bayi akan mencari sendiri payudara ibu secara alami," lanjut dia.

Menurut Utami menunda menyusui bayi akan dapat menunda angka kematian hingga 22 persen dan 16 persen pada 24 jam pertama.

Inisiasi menyusu dini juga mempertahankan kehangatan bayi sehingga pemberian ASI akan lebih berhasil dan membuat detak jantung serta pernafasan lebih stabil, ujar dia.

Menurut dia jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi melalui inisiasi menyusui dini juga akan terjalin setelah satu hingga dua jam setelah lahir.

"Menyusui juga menguntungkan ibu karena akan meningkatkan metabolisme dan meningkatkan kekebalan," kata dia.

Lebih lanjut ia mengimbau ibu agar tidak memberikan susu formula kepada bayi karena berdasarkan penelitian memiliki banyak dampak. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar