"Pasa Pabukoan" 90 Persen Diisi Pedagang Musiman

id Pasa Pabukoan

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Pejabat pada Dinas Pengelola Pasar Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan 90 persen pedagang di pasar yang menjual menu berbuka puasa atau "pasa pabukoan" merupakan pedagang musiman.

Kepala Dinas Pengelola Pasar setempat, Elvis Sahri Munir di Bukittinggi, Rabu, mengatakan "pasa pabukoan" yang berlokasi di Pasar Atas, depan gedung eks bioskop Gloria tersebut ditempati oleh 83 pedagang.

"Hampir semua pedagang di sana, bukan merupakan pedagang yang berjualan di Pasar Atas maupun Pasar Bawah. Mereka pedagang musiman yang muncul saat Ramadhan," katanya.

"Pasa pabukoan" tersebut merupakan satu-satunya pasar resmi yang disediakan dan dikelola pemerintah setempat, sementara lokasi berjualan menu berbuka lainnya merupakan bentuk penyemarak momen Ramadhan saja.

Ia menyebutkan, sejak satu minggu sebelum Ramadhan, para pedagang telah mendaftar ke Dinas Pengelola Pasar dengan membayar sewa mulai Rp75.000 sampai Rp200.000 untuk satu bulan bergantung luas lapak yang digunakan.

"Pemerintah sudah menyediakan tenda bagi para pedagang. Juga sudah ada tim keamanan untuk antisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

"Pasa pabukoan" tersebut disediakan pemerintah terhitung mulai mulai 6 Juni sampai 5 Juli 2016.

Salah seorang pedagang asal Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Wijan mengatakan, dia memilih berdagang di pasar tersebut karena potensi pasar yang lebih luas.

"Sudah tiga hari berdagang di sini, pembelinya sangat ramai sehingga saya selalu memilih berdagang menu untuk berbuka puasa di Bukittinggi," ujarnya.

Wijan mengatakan, sejak pukul 13.00 WIB telah berada di Bukittinggi dan berdagang hingga pukul 19.00 WIB. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar