Pedagang Takjil RTH Imam Bonjol Telah Turun Temurun

id Pasa Pabukoan, Padang, RTH, Imam Bonjol

Padang, (Antara Sumbar)- Jumlah pedagang yang berjualan takjil di Pasa Pabukoandi parkiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, sudah turun temurun.

"Umumnya para pedagang di sini adalah orang lama, belasan, bahkan ada yang puluhan tahun," kata Kepala Bidang Pengembangan Pasar, Dinas Pasar Kota Padang, Arliswandi, di Padang, Senin.

Bahkan, menurutnya beberapa pedagang sudah berganti generasi berjualan di sana, seperti penjual kue tradisional kaya tambitek dan gulai kambing. Dagangan itu sudah ada semenjak puluhan tahun lalu. Dari tahun ke tahun secara umum pedangangnya takjil itu-itu saja.

"Untuk dapat berdagang di sini, mereka telah memesan tempat berjualan jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan," ujarnya.

Seorang pedagang, Ana mengaku sudah mulai berdagang takjil di pasa pabukoan ini semenjak 18 tahun yang lalu, selama itu dia menyediakan berbagai macam-macam mi goreng.

"Saya mulai berdagang di sini semenjak tahun 1998, hanya tiap bulan Ramadhan, hari biasanya saya buka di daerah Gantiang dan Sawahan," tambahnya.

Terkait lokasi yang menjadi lokasi pasa pabukoan, awalnya pemerintah akan menempatkan mereka di kawasan depan bangunan matahari lama yang sekaligus akan menjadi pusat kuliner Kota Padang.

"Rencana awalnya memang seperti itu, tapi banyak para pedagang yang tidak terbiasa dengan tempat baru, makanya tetap di sini," ujarnya.

Salah seorang pembeli yang diwawancarai ketika berbelanja, Reni mengharapkan tempat yang agak luas, sebab biasanya pembeli akan saling berdesakan ketika berbelanja.

"Biasanya saya juga berbelanja takjil di sini, semoga saja nanti tidak ada yang saling berdesakan ketika berbelanja," ungkapnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar