Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam Sosialisasi Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar

Kamis, 2 Juni 2016 18:02 WIB
Image Print

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, menyosialisasikan tertib berlalu lintas kepada 200 pelajar di daerah itu sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan di jalan raya.

"Kasus kecelakaan di jalan raya masih didominasi usia pelajar, kami harapkan melalui sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman kepada generasi muda akan pentingnya menaati aturan berlalu lintas," kata Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Agam, Hilam di Lubuk Basung, kamis.

Ia menambahkan, sosialisasi ini diadakan didua lokasi. Pertama di aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Agam, untuk 100 peserta yang berasal dari siswa SMA, SMK dan MA yang ada di Agam wilayah barat meliputi Kecamatan Lubuk Basung, Ampek Angkek, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Matur dan Palembayan.

Kedua di aula kantor Camat Banuhampu untuk 100 peserta dari siswa SMA, SMK dan MA di Agam wilayah timur meliputi Kecamatan Banuhampu, Ampek Koto, Malalak, Ampek Angkek, Baso, Sungai Pua, Tilatang Kamang, Kamang Magek, Canduang dan Palupuh.

Sementara narasumber berasal dari Polres Agam, Polresta Bukittinggi, Kejaksaan Negeri Lubuk Basung dan lainnya.

"Sosialisasi untuk Agam wilayah barat telah diadakan pada Kamis. Sosialisasi ini dibuka Kepala Disdikpora Agam Fauzir," lanjutnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bagi pelajar dalam mematuhi aturan berlalu lintas, karena 80 parsen kasus kecelakaan di Agam merupakan usia pelajar.

"Ini merupakan data yang kami peroleh dari pihak kepolisian," katanya.

Kepala Disdikpora Agam, Fauzir berharap para pelajar untuk menaati aturan berlalu lintas, sehingga kasus kecelakaan berkurang di daerah itu.

Selain itu, mereka menjadi pelopor berlalu lintas di lingkungannya.

"Kami menginginkan mereka ini menjadi duta dalam mewujudnya lalu lintas aman dan lancar," sebutnya.

Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Agam, AKP Arnanda Putra menambahkan, selama Januari sampai pertengahan Mei 2016 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 55 kasus, korban meninggal dunia 11 orang, luka berat lima orang, luka ringan sebanyak 88 orang dan kerugian materil sekitar Rp70 juta.

"Sekitar 80 persen kecelakaan itu terjadi pada usia pelajar antara 15 sampai 20 tahun," tambahnya.

Sementara pada 2015, sebanyak 195 kasus kecelakaan lalu lintas dengan meninggal dunia sebanyak 35 orang, luka berat 27 orang, luka ringan 270 orang dan kerugian materil sekitar Rp301,1 juta.

Pada 2014, sebanyak 157 kasus kecelakaan, meninggal dunia 23 orang, luka berat 27 orang dan luka ringan 241 orang. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026