Pemkab Tanah Datar Diminta Atasi Kemacetan Pasar Koto Baru

id Tanah Datar, Kemacetan Pasar Koto Baru

Batusangkar, (AntaraSumbar) - Wali Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Mukhlis mengharapkan pemerintah daerah setempat untuk menurunkan personel mengatasi kemacetan yang selalu terjadi di jalan raya Pasar Koto Baru.

"Kami meminta pemerintah daerah menempatkan personil Dinas Perhubungan atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) di Pasar Koto Baru untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas Padang Panjang - Bukittinggi yang hampir setiap hari terjadi," katanya di Batusangkar, Senin.

Ia menyebut untuk penempatan personel ini diperlukan surat dari Bupati kepada instansi terkait untuk dapat mengatur kendaraan dan pedagang menumpukan barang dagangannya di tepi jalan raya.

Selain itu, Wali Nagari juga meminta Pemda memfungsikan Sentra Terminal Agrobisnis (STA) yang ada di Koto Baru sebagai tempat parkir kendaraan dan meletakan barang dagangan sementara.

Pemerintah daerah belum menyerahkan aset STA kepada pemerintahan nagari walaupun sudah dibangun sejak tahun 2010, sehingga kami belum bisa mengoperasionalkannya, katanya.

Sementara itu, masyarakat Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Zulhendri juga meminta pemerintah daerah segera mencarikan solusi untuk mengatasi kemacetan di Pasar Koto Baru.

Bila terjadi kemacetan panjang, maka kendaraan mencari jalan alternatif ke Nagari Pandai Sikek sehingga mengakibatkan banyak jalan yang rusak bahkan di beberapa titik terancam terban.

Beberapa hari lalu, badan jalan di Jorong Tanjuang mengalami terban. Akibatnya tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Kami terpaksa menutup arus kendaraan yang melewati arus jalur alternatif itu, katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan kesepakatan antara pemuda dan masyarakat setempat, ruas jalan alternatif yang menghubungkan Bukittinggi dengan Padang Panjang itu ditutup, terutama pada hari Senin dan hari-hari libur nasional.

Selain kondisinya sudah berbahaya, kami berharap, pemerintah mau memikirkan secara serius persoalan kemacetan di Pasar Koto Baru, harapnya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar