
BPOM: Perlu Pelatihan Petugas Penanganan KLB Keracunan
Rabu, 3 Februari 2016 10:53 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang mengatakan perlu adanya pelatihan terhadap petugas penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan, baik dari tingkat provinsi atau kabupaten/kota.
"Setiap petugas penanganan keracunan harus dilatih hingga ke tingkat puskesmas agar dapat cepat tanggap," kata Ketua BPOM, Zulkifli di Padang, Rabu.
Ia mengatakan hingga saat ini sangat jarang adanya pelatihan terhadap petugas tersebut sehingga sampel yang diserahkan ke BPOM sering bukan merupakan sampel penyebab.
Menurutnya, setiap terjadi kasus keracunan di suatu tempat, seharusnya puskesmas setempat segera turun ke lapangan untuk menyelamatkan korban serta menyelamatkan sampel penyebab untuk diuji.
"Penanganan pertama pada korban keracunan sangat penting, namun sampek penyebab juga tidak kalah penting," ujarnya.
Ia mengatakan hal yang sering terjadi ialah sampel penyebab tidak terselamatkan sehingga penyebab keracunan sebenarnya sering kali tidak terungkap.
"Yang diperlukan itu sampel penyebab, jadi yang diuji harus sampel itu. Tidak bisa sekedar menggunakan yang serupa," katanya.
Selain itu, untuk mewujudkan pelatihan tersebut tentu BPOM akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Untuk penanganan keracunan di tingkat kabupaten/kota terdapat dua skenario yaitu skenario di tingkat kabupaten/kota yang melibatkan Dinas Kesehatan setempat dan skenario kedua melibatkan Dinas Kesehatan provinsi yang turun langsung ke daerah kejadian.
"BPOM tugasnya hanya menguji sampel penyebab keracunan tersebut," ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Sumbar Irene menyampaikan untuk setiap kasus keracunan yang terjadi di tingkat kabupaten/kota, penanganan pertama ialah oleh Dinas Kesehatan setempat.
Jika tidak selesai di tingkat kabupaten/kota, maka Dinas Kesehatan provinsi akan turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganannya.
Selain itu, juga ada kegiatan untuk turun ke lapangan pasca-penanganan untuk melihat apa masih ada kejadian serupa. (cpw)
Pewarta: Vicha Faradika
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
