Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Minta Penanganan Kebakaran Hutan Secara Tuntas

Rabu, 4 November 2015 15:57 WIB
Image Print

Jakarta, (AntaraSumbar) - Presiden Joko Widodo meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut dilakukan secara tuntas termasuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Momentum ini akan terus kita gunakan kita akan fokus dalam pencegahan terutama masa mendatang oleh karena itu kita akan lakukan review terhadap beberapa peraturan perundangan mulai dari Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah sampai Peraturan Gubernur yang membuka ruang bagi pembakaran hutan dan lahan gambut," kata Presiden saat membuka rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu sore.

Presiden mengatakan meskipun laporan terbaru menegaskan bahwa titik api semakin berkurang dan mulai hujan di beberapa daerah namun Kepala Negara meminta agar langkah-langkah penanganan dan pencegahan terus dilakukan.

"Alhamdulillah laporan terakhir yang saya terima titik titik panas sudah sangat berkurang di Sumatera, masih ada 53 titik dan Kalimantan 124 titik. Sangat jauh berkurang karena sebelumnya melebihi 1.000 titik panas," kata Presiden.

Salah satu upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak lagi ada, kata Presiden, melalui pembenahan aturan.

"Kemudian juga review semua perizinan, semua pemberian konsesi terutama pemberian konsesi di lahan gambut dan saya instruksikan untuk tidak ada lagi pemberian ijin baru untuk lahan gambut, ini kepada kementerian lingkungan hidup dan kehutanan," tegas Presiden Joko Widodo.

Untuk memastikan proses pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut terus berlangsung serta efektif, pemerintah akan membentuk badan khusus atau satuan tugas khusus menangani masalah itu.

"Diperlukan sebuah penanganan khusus untuk lahan gambut ini oleh sebab itu nanti akan kita bicarakan institusi atau badan atau satuan tugas yang akan kita bentuk lewat perpres sehingga cepat bergerak dan jangan sampai nantinya musim kering datang lagi kita belum bergerak apa-apa, ini akan terus, (saat masuk musim-red) hujan pun akan terus dilakukan," katanya.

Sementara itu hal lain seperti pembuatan sekat kanal juga terus dilakukan untuk normalisasi lahan gambut, papar Presiden.

Kepala negara juga meminta para ahli lahan gambut bisa dilibatkan sehingga apa yang dilakukan sejalan dengan pola penanganan yang benar.

"Kemarin saya juga menerima tim ahli gambut dari Universitas Gadjah Mada, sangat memberikan masukan yang komprehensif dan saya minta kementerian lingkungan hidup kehutanan terus libatkan mereka, ahli gambut untuk rancang tata kelola lahan gambut ke depan. Sudah jelas apa yang harus kita lakukan maka pada sore ini kita tindaklanjuti beberapa hal yang tadi saya sampaikan," kata Kepala Negara.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Maritim Rizal Ramli, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026