
Hujan Semalaman Timbulkan Banjir di Berbagai Daerah

Jakarta, (ANTARA) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang malam, mulai Sabtu (12/1), mengakibatkan sejumlah wilayah dan ruas jalan tergenang air dan juga di Bali, Kupang, serta Banten. Berdasarkan pernyataan resmi Traffic Management Centre Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (TMC Polda Metro), hujan deras mengakibatkan genangan air sedalam 20 hingga 30 centimeter di sepanjang 50 meter jalan depan Karet Bivak, Tanah Abang. Selain itu, masih di sekitar kawasan Tanah Abang, genangan air sedalam 40 centimeter berada di depan Kampus Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jalan Penjernihan, sementara genangan air setinggi 30 centimeter juga merendam jalan pertigaan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Di kawasan Jakarta Barat, air sedalam kurang lebih 20 centimeter menggenang di depan kantor Stasiun TV Indosiar dan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Jalan Daan Mogot. Genangan air tersebut sempat membuat kondisi lalu lintas di lokasi dan sekitarnya menjadi tersendat karena lajur jalan yang dapat dilewati terbatas. Bahkan jalan di kawasan Jalan Daan Mogot yang mengarah ke Kalideres tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan mobil kecil, karena genangan air sedalam 50 centimeter dikhawatirkan dapat membuat mesin kendaraan mengalami kerusakan. Selain di ruas-ruas jalan protokol, genangan air juga terjadi di komplek tempat tinggal, salah satunya Komplek Perumahan Meruya Indah, dengan ketinggian air sekira 25 centimeter.Bendung Siaga IV Hujan yang mengguyur sejak Sabtu malam juga mengakibatkan sejumlah bendung memasang status siaga IV. Berdasarkan data dari Crisis Center Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tiga bendung besar, yaitu Katulampa, Depok dan Manggarai, tercatat berada di status siaga IV. Data terakhir hingga pukul 06.00 WIB, ketinggian air di bendung Katulampa tercatat mencapai 60 centimeter, bendung Depok mencapai 135 centimeter, serta bendung Manggarai mencapai 700 centimeter. "Rata-rata sejumlah bendung siaga IV," kata petugas Crisis Center Pemprov DKI Jakarta Anom Almuni, Minggu pagi. Sementara itu, sejumlah wilayah di Jabodetabek diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras sejak Sabtu malam (12/1). Hujan mengguyur wilayah Bintaro, Tangerang Selatan, sejak Sabtu malam sekira pukul 23.00 WIB hingga Minggu pagi, sementara kawasan Gading Serpong, Tangerang, terpantau hujan. Bogor dilanda hujan deras sejak Sabtu malam sehingga menimbulkan kekhawatiran akan tingginya bendung Katulampa. Di kawasan Thamrin dan Sudirman, Jakarta Pusat, hujan sudah berhenti namun cuaca di sekitaran wilayah tersebut mendung.Banjir di Daerah Selain di DKI Jakarta, hujan deras juga mengakibatkan sejumlah bencana alam lain, seperti tanah longsor, banjir dan angin kencang. Di Singaraja, Bali, hujan deras sejak Sabtu siang mengakibatkan banyak pohon tumbang dan tanah longsor hingga merenggut korban jiwa. Tebing setinggi delapan meter roboh diterpa air hujan dan angin kencang sehingga merenggut nyawa Cening Malat (52), yang tinggal di depan tebing. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Dana bersama tim Satgas langsung meninjau lokasi korban, termasuk bencana angin kencang karena pohon tumbang di berbagai tempat di wilayah itu. "Akibat pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa titik jalan jurusan Kubutambahan-Kintamani sore itu sempat memacetkan arus lalu lintas," kata Putu Dana. Hujan deras disertai angin kencang juga menimpa beberapa pohon tumbang di beberapa lokasi di Bali, antara lain jalan jurusan Tamblang-Bontihing, Kecamatan Kubutambahan. Di Kupang, banjir setinggi lebih dari satu meter merendam puluhan rumah tinggal di Desa Oebelo, Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur, Minggu. Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu dini hari. "Kompleks perumahan Graha Oebelo memang menjadi langganan banjir setiap tahun. Namun banjir kali ini terasa jauh lebih dahsyat," kata salah seorang warga, Castilo. Banjir meluap dari lintasan jalan Timor Raya setelah ruas jalan disekitarnya, yang menghubungkan Kupang dengan kota-kota lainnya di Pulau Timor sampai ke Timor Leste, diperlebar. Namun, gorong-gorong yang dibangun untuk melayani sirkulasi air sangat kecil sehingga mudah meluap ke pemukiman penduduk yang berada di dataran rendah, khususnya yang bermukim di kompleks perumahan Graha Oebelo. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang memperkirakan hujan turun merata di seluruh wilayah NTT dengan intensitas cukup tinggi, sehingga berpeluang terjadinya banjir dan tanah longsor. Bencana banjir cukup parah juga terjadi di Kabupaten Serang dan Pandeglang, Provinsi Banten, hingga mengakibatkan ribuan warga mengungsi karena air mencapai ketinggian empat meter. Sebanyak 33 kecamatan di lima kabupaten di Banten terendam banjir bandang. Pusat data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir yang terjadi sejak Senin (7/1) di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang dan Kota Serang, disebabkan oleh luapan air Sungai Ciujung dan sejumlah anak sungainya, yaitu Sungai Ciliman, Sungai Cilember, Sungai Cidurian dan lainnya. "Korban meninggal empat orang, tiga orang di Kabupaten Lebak dan satu di Pandeglang," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Keempat korban meninggal tersebut merupakan tiga warga Lebak dan satu warga Pandeglang. Selain bencana banjir, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Jalur Tol Merak - Jakarta sempat ditutup karena terkena dampak banjir setinggi 140 centimeter di KM 57 - 59. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
