Menteri LHK: Masyarakat Rasakan Manfaat "Green Economy"

id Green Economy

Jakarta, (Antara) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari konsep "Green Economy" pada Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

"Green Economy itu jangan hanya menjadi istilah saja, tapi betul-betul harus dapat dirasakan oleh masyarakat banyak," ujarnya di Ujung Kulon, Banten, Minggu.

Green Economy atau Ekonomi Hijau, yang diartikan sebagai upaya menghidupkan sektor niaga masyarakat tanpa merusak kekayaan alam dan lingkungan, menjadi cita-cita pemerintah yang ingin segera diwujudkan, katanya.

"Menjaga kekayaan alam sudah menjadi tanggung jawab, tapi melestarikan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi komitmen," ujarnya.

Ia menuturkan pengelolaan lingkungan dengan pola yang tepat, menjadi langkah penting agar dua keuntungan tersebut dapat dinikmati publik, sehingga ajakan untuk melakukan konservasi saat ini terus-menerus dicanangkan pemerintah.

"Pada usia ke-70 tahun Republik Indonesia, seharusnya kita sudah berada pada posisi yang arif dan bijaksana dalam mengelola alam, sikap ini dimunculkan mengingat hingga kini masih banyak daerah yang keadaannya masih cukup memprihatinkan," tambahnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, Siti Nurbaya Bakar mengajak masyarakat agar tidak merusak ekosistem-ekosistem alam yang dilindungi dan tidak melakukan pembakaran lahan tanpa terkendali.

Selain itu, ia juga berpesan agar masyarakat turut aktif mencegah pembalakan liar dan perdagangan satwa maupun tumbuhan yang dilindungi.

"Kita akan terus mengampanyekan ini, karena yang diperjuangkan adalah kekayaan negara yang dapat memajukan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat sekitar," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar