Padang Panjang Berdayakan UPR Tingkatkan Produksi Ikan

id Padang Panjang

Padang Panjang, (Antara) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat memberdayakan delapan Unit Perikanan Rakyat (UPR) untuk meningkatkan produksi perikanan di daerah itu.

"Masing-masing UPR itu diproyeksikan bisa menambah produksi perikanan sekitar 25 sampai 50 ribu bibit ikan sesuai dengan luas lahan yang ada," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Candra, Selasa.

Pemberdayaan UPR tersebut kata dia, karena daerah yang berada di perlintasan itu terbentur dengan ekspansi lahan untuk kolam ikan.

"Dalam pengembangan kolam ikan, kami terbentur dengan luas lahan, sehingga alternatifnya memberdayakan kolam ikan yang ada pada masyarakat," ujarnya.

Luas kolam ikan yang ada pada UPR tersebut berbeda satu dengan yang lainnya. ," Luas lahan sekitar setengah sampai 3/4 hektar," katanya.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota Padang Panjang juga membantu indukan untuk memproduksi bibit ikan pada delapan UPR yang ada tersebut.

"Masing-masing UPR yang ada itu mendapatkan bantuan indukan ikan sebanyak 100 Kg atau sekitar 600 ekor yang terdiri dari ikan lele dan nila," sebutnya.

Selain UPR, Padang Panjang juga memiliki Balai Benih Ikan (BBI) Gajah Tanang yang terletak di Kecamatan Padang Panjang Timur dengan jumlah kolam sekitar 40 unit yang bisa menghasilkan 400 sampai 500 ribu ekor setiap tahunnya.

"Jumlah tersebut belum bisa memnuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan ikan yang mencapai 2 juta ekor setiap tahunnya," jelasnya.

Salah seorang petani ikan di Padang Panjang Mardi mengatakan, mendukung pemerintah daerah dalam meberdayakan masyarakat untuk peningkatan produksi ikan di daerah itu.

"Masyarakat harus dilibatkan dalam meningkatkan produksi ikan, sehingga bisa meningkatkan perekonomian," katanya. (*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar